Sumpah Pemuda, PP Hima Persis Intruksikan Aksi di Istana Negara
Rabu, 28 Oktober 2020 - 06:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kita menyikapi kepemimpinan Pak Jokowi di periode kedua ini dengan sangat kritis. Berbagai permasalahan muncul dan tak kunjung selesai. Kita sudah rangkum dalam tujuh ultimatum," sebut Iqbal, Selasa (27/10/2020) malam.
Dia memaparkan isi tujuh ultimatum tersebut. Pertama, tegakkan hukum dan tuntaskan kasus hak asasi manusia (HAM). Kedua, keluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Omnibus Law Cipta Kerja. Ketiga, stop korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta hentikan oligarki politik di Indonesia.
"Keempat, stop eksploitasi dan kapitalisasi sumber daya alam Indonesia. Kelima, hapuskan kapitalisasi pendidikan di Indonesia. Keenam, stop tindakan represif aparat, dan terakhir mendesak pemerintah agar fokus dan serius menanggulangi Pandemi COVID-19," papar Iqbal.
(Baca juga: Demonstran Mulai Bergerak, Jalur Sidoarjo-Surabaya Macet )
Dia memaparkan isi tujuh ultimatum tersebut. Pertama, tegakkan hukum dan tuntaskan kasus hak asasi manusia (HAM). Kedua, keluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Omnibus Law Cipta Kerja. Ketiga, stop korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta hentikan oligarki politik di Indonesia.
"Keempat, stop eksploitasi dan kapitalisasi sumber daya alam Indonesia. Kelima, hapuskan kapitalisasi pendidikan di Indonesia. Keenam, stop tindakan represif aparat, dan terakhir mendesak pemerintah agar fokus dan serius menanggulangi Pandemi COVID-19," papar Iqbal.
(Baca juga: Demonstran Mulai Bergerak, Jalur Sidoarjo-Surabaya Macet )
Lihat Juga :