Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Kampanyekan Safe Travel
Selasa, 27 Oktober 2020 - 16:59 WIB
loading...
A
A
A
Minggus menyampaikan bahwa selama bulan Oktober 2020, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melayani 63.256 penumpang atau naik sekitar 18% jika dibandingkan dengan pergerakan penumpang bulan Agustus 2020 yang hanya mencapai 53.788 penumpang.
Meskipun secara akumulasi periode Januari hingga Oktober 2020 masih mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 59%, dimana tahun lalu pada periode yang sama Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani lebih 1,6 juta penumpang, namun Minggus menyampaikan optimismenya bahwa industri penerbangan dan pariwisata Sulawesi Utara akan kembali pulih.
(Baca juga: Petinggi Sunda Empire Divonis 2 Tahun Penjara, Ini Penjelasan Hakim )
Adanya geliat positif dalam industri penerbangan akan memiliki efek domino pada peningkatan kegiatan ekonomi daerah dan industri pariwisata seperti hotel, restoran, UMKM (souvenir dan oleh-oleh), serta tempat wisata yang diharapkan juga akan ikut berputar dan bangkit dari kondisi saat ini.
"Kampanye Safe Travel ini menjadi bentuk upaya kami dalam mencapai kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara, dikarenakan seluruh operasional yang dilaksanakan berpedoman pada protokol kesehatan. Saya mohon kerja sama agar semua tetap menerapkan protokol kesehatan selama berpergian, serta mengingat selama masa adaptasi kebiasaan baru ini pada proses keberangkatan adanya pemeriksaan berkas hasil rapid test dan suhu guna memastikan kesehatan maka diharapkan calon penumpang dapat hadir empat jam sebelum keberangkatan," lanjut Minggus.
Meskipun secara akumulasi periode Januari hingga Oktober 2020 masih mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 59%, dimana tahun lalu pada periode yang sama Bandara Sam Ratulangi Manado telah melayani lebih 1,6 juta penumpang, namun Minggus menyampaikan optimismenya bahwa industri penerbangan dan pariwisata Sulawesi Utara akan kembali pulih.
(Baca juga: Petinggi Sunda Empire Divonis 2 Tahun Penjara, Ini Penjelasan Hakim )
Adanya geliat positif dalam industri penerbangan akan memiliki efek domino pada peningkatan kegiatan ekonomi daerah dan industri pariwisata seperti hotel, restoran, UMKM (souvenir dan oleh-oleh), serta tempat wisata yang diharapkan juga akan ikut berputar dan bangkit dari kondisi saat ini.
"Kampanye Safe Travel ini menjadi bentuk upaya kami dalam mencapai kepercayaan masyarakat untuk kembali melakukan perjalanan udara, dikarenakan seluruh operasional yang dilaksanakan berpedoman pada protokol kesehatan. Saya mohon kerja sama agar semua tetap menerapkan protokol kesehatan selama berpergian, serta mengingat selama masa adaptasi kebiasaan baru ini pada proses keberangkatan adanya pemeriksaan berkas hasil rapid test dan suhu guna memastikan kesehatan maka diharapkan calon penumpang dapat hadir empat jam sebelum keberangkatan," lanjut Minggus.
Lihat Juga :