Siswa di Palmerah Terancam Putus Sekolah, Ini Janji Wali Kota hingga Pejabat Disdik
Senin, 26 Oktober 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Karenanya, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK melalui zoom, untuk menyisir siswa yang tidak memiliki smartphone. (Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Dilakukan, DKI Akan Tingkatkan Layanan Internet)
Dia mengakui selama ini smartphone masih menjadi kendala dalam proses belajar mengajar daring. Permasalahan yang muncul yakni satu keluarga hanya memiliki satu smartphone. Sehingga smartphone yang dipakai harus bergiliran.
"Nanti akan kami sisir siapa saja siswa yang benar-benar keluarganya tidak memiliki smartphone. Nanti kami bantu lewat CSR atau bantuan alumni," ujar Uripasih.
Pihaknya sudah pernah menyisir siswa yang tidak memiliki smartphone. Saat itu ditemukan satu siswa yang benar-benar keluarganya tidak memiliki smartphone.
"Kalau dari satu sekolah hanya ada satu dua siswa tidak punya smartphone, pasti kami bantu. Kami juga akan membuka program CSR untuk bantuan smartphone kepada siswa," tutup Uripasih.
Dia mengakui selama ini smartphone masih menjadi kendala dalam proses belajar mengajar daring. Permasalahan yang muncul yakni satu keluarga hanya memiliki satu smartphone. Sehingga smartphone yang dipakai harus bergiliran.
"Nanti akan kami sisir siapa saja siswa yang benar-benar keluarganya tidak memiliki smartphone. Nanti kami bantu lewat CSR atau bantuan alumni," ujar Uripasih.
Pihaknya sudah pernah menyisir siswa yang tidak memiliki smartphone. Saat itu ditemukan satu siswa yang benar-benar keluarganya tidak memiliki smartphone.
"Kalau dari satu sekolah hanya ada satu dua siswa tidak punya smartphone, pasti kami bantu. Kami juga akan membuka program CSR untuk bantuan smartphone kepada siswa," tutup Uripasih.
(thm)
Lihat Juga :