Jelang Musim Hujan, Khofifah Ingatkan Masyarakat Waspadai Bencana

loading...
Jelang Musim Hujan, Khofifah Ingatkan Masyarakat Waspadai Bencana
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat sidak banjir di Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (1/8/2020) lalu. Foto/dok.
SURABAYA - Selain mewaspadai penularan COVID-19, Khofifahjuga meminta masyarakat mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjelang puncak musim hujan, mulai November 2020 hingga Maret 2021. Sedikitnya, terdapat 22 kabupaten/kota yang berstatus rawan bencana hidrometeorologi.

Dari 22 daerah itu, daerah rawan banjir umumnya didominasi oleh luapan sungai di sekitarnya. Seperti sungai Bengawan Solo yang luapannya bisa membanjiri wilayah Bojonegoro, Magetan, Madiun, Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Tuban.

(Baca juga:Libur Panjang, Khofifah: Waspadai Risiko Penularan COVID-19)

Kemudian potensi banjir akibat luapan sungai Berantas yakni Malang Raya, Kediri, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Surabaya, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. Sedangkan di Pasuruan, banjir berpotensi diakibatkan oleh luapan sungai Welang.



Demikian juga di Madura, beberapa daerah biasa terdampak luapan Sungai Kemuning. Bencana hidrometeorologi yang lain adalah longsor, yakni harus diwaspadai wilayah Jombang, Ponorogo, Kediri, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang, Batu, dan Pacitan. Daerah tersebut terdapat pegunungan dan bukit yang berpotensi longsor saat musim hujan
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top