AS Tarik Personel Tentara dan Rudal Patriot dari Arab Saudi
Jum'at, 08 Mei 2020 - 06:37 WIB
loading...
A
A
A
Pejabat lainnya percaya penarikan aset-aset militer tersebut dapat memperkuat posisi Iran di kawasan, terutama karena pemerintahan Trump melanjutkan kebijakan "tekanan maksimum" pada Teheran.
"Tekanan mendasar pada Iran dan kecenderungan untuk bertindak secara militer sebagai satu-satunya jalan keluar mereka untuk mencoba meredakan tekanan yang masih ada dengan kampanye tekanan maksimum," kata seorang pejabat AS kepada WSJ.
"Selama kampanye tekanan maksimum terus berlanjut, ada perasaan bahwa kita perlu pencegah yang kuat untuk mencegah Iran bertindak di wilayah tersebut," kata dia.
Sebelum aset-aset tempur Amerika ditarik, Presiden Trump pada April lalu pernah mengancam akan menarik pasukan AS dari Arab Saudi jika kerajaan tersebut tidak memangkas produksi minyak. Ancaman itu diungkap empat sumber pemerintah AS yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut empat sumber itu, Trump melakukan panggilan telepon pada 2 April dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS). Dalam percakapan telepon itu, Trump mengaku tidak berdaya untuk menghentikan Parlemen Amerika meloloskan undang-undang—yang mengamanatkan penarikan pasukan AS dari kerajaan—kecuali Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mulai memangkas produksi minyak.
"Tekanan mendasar pada Iran dan kecenderungan untuk bertindak secara militer sebagai satu-satunya jalan keluar mereka untuk mencoba meredakan tekanan yang masih ada dengan kampanye tekanan maksimum," kata seorang pejabat AS kepada WSJ.
"Selama kampanye tekanan maksimum terus berlanjut, ada perasaan bahwa kita perlu pencegah yang kuat untuk mencegah Iran bertindak di wilayah tersebut," kata dia.
Sebelum aset-aset tempur Amerika ditarik, Presiden Trump pada April lalu pernah mengancam akan menarik pasukan AS dari Arab Saudi jika kerajaan tersebut tidak memangkas produksi minyak. Ancaman itu diungkap empat sumber pemerintah AS yang mengetahui masalah tersebut.
Menurut empat sumber itu, Trump melakukan panggilan telepon pada 2 April dengan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS). Dalam percakapan telepon itu, Trump mengaku tidak berdaya untuk menghentikan Parlemen Amerika meloloskan undang-undang—yang mengamanatkan penarikan pasukan AS dari kerajaan—kecuali Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mulai memangkas produksi minyak.
Lihat Juga :