Guru Besar Unila: Cegah Stunting dengan Ketahanan Pangan
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:18 WIB
loading...
A
A
A
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi MSc mengatakan, gangguan sistem distribusi di masa pandemi bisa mempengaruhi pola konsumsi dan status gizi, khususnya bagi populasi rentan.
“Stres pada sistem pangan bisa berakibat serius. Hubungan langsungnya, asupan pangan yang baik akan berikan gizi baik yang berguna bagi peningkatan daya tahan tubuh yang sangat perlu di masa pandemi sekarang ini,” kata Purwiyatno.
Menurut Prof Purwiyatno, Tim Satgas COVID-19 telah mengidentifikasi bahwa daya tahan tubuh yang baik merupakan prasyarat cegah penularan COVID-19 penanganan COVID. “Daya tahan tubuh yang baik juga meningkatkan peluang sembuh bagi mereka yang sakit COVID-19,” kata dia.
Ditambahkan Guru Besar IPB ini, gangguan pasokan pangan berpotensi mengganggu stabiltas sosial dan ekonomi sehingga penanganan pandemi juga akan terganggu, bahkan berlarut-larut.
“Terganggunya sitem pangan di sisi produksi distribusi konsumsi akan ganggu upaya mitigasi pandemi sehingga perlu dikelola risikonya yang mungkin ada pada sistem pangan,” kata Prof Purwiyatno seraya nenambahkan kaum milenial bisa membantu memperbaiki ketahanan pangan agar makin kokoh.
“Stres pada sistem pangan bisa berakibat serius. Hubungan langsungnya, asupan pangan yang baik akan berikan gizi baik yang berguna bagi peningkatan daya tahan tubuh yang sangat perlu di masa pandemi sekarang ini,” kata Purwiyatno.
Menurut Prof Purwiyatno, Tim Satgas COVID-19 telah mengidentifikasi bahwa daya tahan tubuh yang baik merupakan prasyarat cegah penularan COVID-19 penanganan COVID. “Daya tahan tubuh yang baik juga meningkatkan peluang sembuh bagi mereka yang sakit COVID-19,” kata dia.
Ditambahkan Guru Besar IPB ini, gangguan pasokan pangan berpotensi mengganggu stabiltas sosial dan ekonomi sehingga penanganan pandemi juga akan terganggu, bahkan berlarut-larut.
“Terganggunya sitem pangan di sisi produksi distribusi konsumsi akan ganggu upaya mitigasi pandemi sehingga perlu dikelola risikonya yang mungkin ada pada sistem pangan,” kata Prof Purwiyatno seraya nenambahkan kaum milenial bisa membantu memperbaiki ketahanan pangan agar makin kokoh.
Lihat Juga :