Sepanjang 12-24 Oktober Tren Memakai Masker dan Jaga Jarak di Jakarta Menurun
Minggu, 25 Oktober 2020 - 12:47 WIB
loading...
Pemprov DKI menyatakan pada 12-24 Oktober 2020 tren masyarakat menggunakan masker dan jaga jarak menurun.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengklaim PSBB transisi selama dua pekan terakhir berjalan efektif. Masyarakat diminta tetap displin menggunakan masker , menjaga jarak dan mencuci tangan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penularan Covid-19 di Ibu Kota dalam dua minggu terakhir melandai. Hal itu ditandai dengan rata rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.
Selain itu, rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir cenderung menurun dari 64% pada 12 Oktober 2020 menjadi 59% pada 24 Oktober 2020. Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68% pada 12 Oktober 2020 menjadi 62% pada 24 Oktober 2020. Indikator pengendalian COVID-19 dari FKM UI yang sempat menurun pada minggu lalu, yaitu dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah membaik menjadi skor 64 (24 Oktober 2020).
"Nilai reproduksi efektif yang juga menjadi indikasi ada atau tidaknya penularan berada pada skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan skor 1,06 pada 12 Oktober 2020," kata Anies dalam siaran tertulisnya, Minggu (25/10/2020). (Baca: Anies Perpanjang Masa PSBB Transisi Jakarta hingga 8 November 2020)
Anies menjelaskan, untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi COVID-19 di DKI Jakarta, tentu perlu peran serta aktif dari seluruh masyarakat dengan disiplin menerapkan perilaku 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. (Baca: Sensasi Nonton Bioskop Kala Pandemi: Agak Takut dan Ribet tapi Lebih Puas)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penularan Covid-19 di Ibu Kota dalam dua minggu terakhir melandai. Hal itu ditandai dengan rata rata persentase kasus positif sepekan terakhir pada 9,9% dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.
Selain itu, rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir cenderung menurun dari 64% pada 12 Oktober 2020 menjadi 59% pada 24 Oktober 2020. Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68% pada 12 Oktober 2020 menjadi 62% pada 24 Oktober 2020. Indikator pengendalian COVID-19 dari FKM UI yang sempat menurun pada minggu lalu, yaitu dari skor 60 (18 Oktober 2020) telah membaik menjadi skor 64 (24 Oktober 2020).
"Nilai reproduksi efektif yang juga menjadi indikasi ada atau tidaknya penularan berada pada skor 1,05 (24 Oktober 2020), dibandingkan skor 1,06 pada 12 Oktober 2020," kata Anies dalam siaran tertulisnya, Minggu (25/10/2020). (Baca: Anies Perpanjang Masa PSBB Transisi Jakarta hingga 8 November 2020)
Anies menjelaskan, untuk mempertahankan dan mengendalikan situasi COVID-19 di DKI Jakarta, tentu perlu peran serta aktif dari seluruh masyarakat dengan disiplin menerapkan perilaku 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. (Baca: Sensasi Nonton Bioskop Kala Pandemi: Agak Takut dan Ribet tapi Lebih Puas)
Lihat Juga :