Ridwan Kamil Minta Produsen APD di Bogor Hentikan Sementara Ekspor Alkes

Rabu, 15 April 2020 - 19:22 WIB
loading...
Ridwan Kamil Minta Produsen...
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kami.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
BOGOR - Masih minimnya stok pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) berupa masker di Indonesia, khususnya di Jawa Barat saat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meminta para produsen untuk menghentikan sementara ekspor alat kesehatan (Alkes).

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengingatkan produsen alat kesehatan supaya terlebih dulu memenuhi kebutuhan APD di Indonesia terutama di wilayah Jabar."Memang ada sebagian yang akan ekspor tapi itu akan menjadi prioritas ke dua saat ini," ujar Emil begitu biasa disapa Ridwan Kamil usai meninjau salah satu pabrik APD di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (15/04/2020).

Emil menuturkan, kebutuhan masker di Jabar belum sepenuhnya tercukupi. Secara kesiapan, Jabar harus memiliki 1 juta sementara saat ini stok APD masker yang tersedia tidak sampai 100.000 masker. "Masih kurang kita butuh minimal 1 juta sekarang stok baru kurang dari 100.000 dan ini akan berlangsung lama kalau kita tidak disiplin," ungkapnya.

Emil mengaku bahwa ada sembilan pabrik yang memproduksi masker serta baju hazmat di Kabupaten Bogor. Menurutnya, satu dari sembilan pabrik yang dikunjungi ini mampu memproduksi 250.000 pcs masker medis setiap hari.

Namun, jumlah itu dirasa kurang karena telah habis dipesan oleh institusi kenegaraan termasuk kepala daerah. Emil memastikan dalam 2-4 bulan ke depan tentunya kebutuhan APD masker di Indonesia, khususnya Jabar akan segera tercukupi.

"Sudah habis dipesan oleh institusi kenegaraan termasuk kepala daerah tapi janjinya (pabrik) akhir April diproduksi dinaikan 2 juta sehingga suatu hari Insya Allah jangan khawatir masker bedah akan dicukupi, kalau sudah tercukupi baru boleh diekspor," ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan alat-alat kesehatan di Jabar."Kelebihan Indonesia ini adalah produksinya sangat kuat khususnya di Jabar yang 60% memiliki pabrik, tentu membuat rasa tenang bahwa kebutuhan ini bisa dipenuhi swasembada," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PSBB Transisi DKI Jakarta...
PSBB Transisi DKI Jakarta Lanjut, Ekonom: Dunia Usaha Bisa Bernafas dan Bertahan
Tak Hanya Bima, Wakil...
Tak Hanya Bima, Wakil Bupati Bogor Juga Kritisi Rencana PSBB Total di Jakarta
Menanti Wacana PSBB...
Menanti Wacana PSBB Total, Pelaku Usaha: Ini Napas Terakhir
Rekomendasi
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Berita Terkini
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
4.576 Polisi Diterjunkan...
4.576 Polisi Diterjunkan untuk Jaga Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved