Kiai Abdullah Syukri Zarkasyi di Mata Sang Murid Hidayat Nur Wahid
Rabu, 21 Oktober 2020 - 18:09 WIB
loading...
Suasana di gerbang masuk Ponpes Gontor Ponorogo, Jawa Timur.Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor , Ponorogo, Jawa Timur Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA wafat Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 15.50 WIB di Rumah Gontor.
Semasa hidupnya, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dikenal sebagai ulama atau kiai yang sangat kharismatik dan sangat peduli pada nasibumat dan bangsa, serta sangat dicintai masyarakat. Kesaksian ini disampaikan langsung murid beliau yang saat ini menjadi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW).
”Beliau adalah guru saya ketika saya kelas 5 di Gontor,ketika beliau baru pulang dari Mesir dan beliau mulai mengajar saya kelas 5 dan6 di Gontor Tahun 1977 dan 1978,” ujar HNW dihubungi SINDOnews.
(Baca juga: Pimpinan Ponpes Gontor Wafat, Berikut Profil Almarhum )
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, hubungannya dengan sang kiai menjadi semakin akrab ketika dirinya menjadi anggota Badan Wakaf bersama-sama dengan sang kiai.
”Jadi wafatnya beliau sekalipun beliau sudah sakit agak lama, tapi wafatnya beliau adalah sebuah berita yang sangat-sangat membuat kami berduka. Kita kehilangan ulama yang sekaligus pemimpin, ulama yang sangat memasyarakat, ulama yang sangat cinta kepada Indonesia dan umat,” ungkapnya.
Semasa hidupnya, KH Abdullah Syukri Zarkasyi dikenal sebagai ulama atau kiai yang sangat kharismatik dan sangat peduli pada nasibumat dan bangsa, serta sangat dicintai masyarakat. Kesaksian ini disampaikan langsung murid beliau yang saat ini menjadi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW).
”Beliau adalah guru saya ketika saya kelas 5 di Gontor,ketika beliau baru pulang dari Mesir dan beliau mulai mengajar saya kelas 5 dan6 di Gontor Tahun 1977 dan 1978,” ujar HNW dihubungi SINDOnews.
(Baca juga: Pimpinan Ponpes Gontor Wafat, Berikut Profil Almarhum )
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, hubungannya dengan sang kiai menjadi semakin akrab ketika dirinya menjadi anggota Badan Wakaf bersama-sama dengan sang kiai.
”Jadi wafatnya beliau sekalipun beliau sudah sakit agak lama, tapi wafatnya beliau adalah sebuah berita yang sangat-sangat membuat kami berduka. Kita kehilangan ulama yang sekaligus pemimpin, ulama yang sangat memasyarakat, ulama yang sangat cinta kepada Indonesia dan umat,” ungkapnya.
Lihat Juga :