Deklarasi Jogo Suroboyo Damai, Seluruh Elemen Jaga Kampung
Senin, 26 Oktober 2020 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
“Bayangkan, saat kemarin itu beberapa unit kamera CCTV rusak, bola-bola (pedestrian) dan fasilitas publik lainnya juga rusak termasuk tempat sampah. Maka dari kerusakan itu, uang panjenengan (anda) yang akan kita pakai. Kerusakan itu pula yang menyebabkan kesulitan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Presiden UCLG Aspac ini juga meminta para orang tua menjaga anak-anaknya dari pengaruh yang tidak benar. Pasalnya, beberapa waktu lalu Risma mendapati informasi bahwa banyak anak dibawah umur terlibat aksi demo anarkis yang kemudian diamankan kepolisian. “Kalau ada anak bermasalah dengan hukum lalu bagaimana? Ada juga yang menceritakan bahwa mereka (anak-anak) diberikan minuman keras. Tega sekali itu,” ungkapnya.
Menurutnya, saat anak-anak yang tidak mengerti apa-apa ikut aksi, maka di situlah mereka merusak masa depannya sendiri. Karena itu, Risma kembali meminta kepada seluruh orang tua terutama ibu untuk benar-benar menjaga dan memantau kemana anaknya pergi. "Saat saya tahu, hancur hati saya. Karena itu, jangan sampai masa depan anak kita hancur oleh tangan kotor orang yang ingin menghancurkan anak-anak kita,” jelasnya.
Risma memohon kepada perwakilan seribu elemen masyarakat Surabaya untuk saling bergotong royong dan menjaga kota ini semaksimal mungkin. Apalagi saat ini Surabaya sudah menjadi kota yang nyaman dan kondusif.(Baca: Tak Hadiri Deklarasi Damai, Paslon Eri-Armuji Jadi Sorotan)
“Mari kita saling bergandengan tangan bapak ibu. Lidi satu biji tidak dapat digunakan untuk apapun. Tapi kalau lidi yang banyak diikat bersamaan maka dapat digunakan untuk apapun. Kita jaga Surabaya tetap damai dan kondusif,” urainya.
Di kesempatan yang sama, Presiden UCLG Aspac ini juga meminta para orang tua menjaga anak-anaknya dari pengaruh yang tidak benar. Pasalnya, beberapa waktu lalu Risma mendapati informasi bahwa banyak anak dibawah umur terlibat aksi demo anarkis yang kemudian diamankan kepolisian. “Kalau ada anak bermasalah dengan hukum lalu bagaimana? Ada juga yang menceritakan bahwa mereka (anak-anak) diberikan minuman keras. Tega sekali itu,” ungkapnya.
Menurutnya, saat anak-anak yang tidak mengerti apa-apa ikut aksi, maka di situlah mereka merusak masa depannya sendiri. Karena itu, Risma kembali meminta kepada seluruh orang tua terutama ibu untuk benar-benar menjaga dan memantau kemana anaknya pergi. "Saat saya tahu, hancur hati saya. Karena itu, jangan sampai masa depan anak kita hancur oleh tangan kotor orang yang ingin menghancurkan anak-anak kita,” jelasnya.
Risma memohon kepada perwakilan seribu elemen masyarakat Surabaya untuk saling bergotong royong dan menjaga kota ini semaksimal mungkin. Apalagi saat ini Surabaya sudah menjadi kota yang nyaman dan kondusif.(Baca: Tak Hadiri Deklarasi Damai, Paslon Eri-Armuji Jadi Sorotan)
“Mari kita saling bergandengan tangan bapak ibu. Lidi satu biji tidak dapat digunakan untuk apapun. Tapi kalau lidi yang banyak diikat bersamaan maka dapat digunakan untuk apapun. Kita jaga Surabaya tetap damai dan kondusif,” urainya.
Lihat Juga :