Rektor UNM Dorong Kurikulum Kewirausahaan di Pesantren
Senin, 19 Oktober 2020 - 20:12 WIB
loading...
Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam menyampaikan perlunya pesantren menyiapkan santri yang berjiwa dan berkarakter kewirausahaan saat menjadi narasumber di Webinar Nasional. Foto: SINDONews.
A
A
A
MAKASSAR - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam menyampaikan perlunya pesantren menyiapkan santri yang berjiwa dan berkarakter kewirausahaan.
Hal tersebut diungkapkan Prof Husain Syam saat tampil menjadi narasumber dalam Webinar Nasional yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 , Senin (19/10/2020).
Wabiner yang bertajuk Peningkatan Kompetensi Santri Menyongsong Generasi Emas 2045 tersebut, diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU).
Baca Juga: Mahasiswa UNM Bone Gelar Seminar Internasional, Hadirkan 10 Pembicara Asing
Pada kesempatan tersebut, Prof Husain menekankan perlunya konsep dan rancangan kurikulum kewirausahaan dalam perbelajaran yang diajarkan kepada para santri di setiap jenjang pendidikan di pesantren .
“Saya ingin menawarkan konsep santri entrepreneur. Untuk menghadirkan itu, kita membutuhkan konsep dan penyiapan kurikulum, kompetensi kita harus hadirkan dengan kurikulum yang kita rancang dengan kondisi zaman kita, kemudian kita ajarkan pada setiap jenjang pendidikan,” katanya.
Menurut dia, dari data yang ada, jumlah pesantren hingga tahun 2020 ini tercatat sebanyak 28.194 pesantren dengan jumlah 5 juta santri mukim. Data ini, kata dia, sangatlah potensial untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter intelektual, spiritual dan moralitas, juga memiliki bekal kewirausahaan sehingga mampu memberi warna dalam kehidupan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Prof Husain Syam saat tampil menjadi narasumber dalam Webinar Nasional yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2020 , Senin (19/10/2020).
Wabiner yang bertajuk Peningkatan Kompetensi Santri Menyongsong Generasi Emas 2045 tersebut, diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU).
Baca Juga: Mahasiswa UNM Bone Gelar Seminar Internasional, Hadirkan 10 Pembicara Asing
Pada kesempatan tersebut, Prof Husain menekankan perlunya konsep dan rancangan kurikulum kewirausahaan dalam perbelajaran yang diajarkan kepada para santri di setiap jenjang pendidikan di pesantren .
“Saya ingin menawarkan konsep santri entrepreneur. Untuk menghadirkan itu, kita membutuhkan konsep dan penyiapan kurikulum, kompetensi kita harus hadirkan dengan kurikulum yang kita rancang dengan kondisi zaman kita, kemudian kita ajarkan pada setiap jenjang pendidikan,” katanya.
Menurut dia, dari data yang ada, jumlah pesantren hingga tahun 2020 ini tercatat sebanyak 28.194 pesantren dengan jumlah 5 juta santri mukim. Data ini, kata dia, sangatlah potensial untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter intelektual, spiritual dan moralitas, juga memiliki bekal kewirausahaan sehingga mampu memberi warna dalam kehidupan masyarakat.
Lihat Juga :