PD Parkir Tambah Lokasi Baru Penerapan Parkir Elektronik
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 09:44 WIB
loading...
PD Parkir Makassar Raya menambah lokasi baru penerapan parkir elektronik. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - PD Parkir Makassar Raya kembali menambah operasional alat Parkir Elektronik jenis Handheld sebanyak 40 unit di lokasi baru Jalan Hertasning.
Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul mengatakan, lokasi tersebut merupakan lokasi keempat yang diupayakan oleh PD Parkir Makassar Raya setelah jalan Boulevard, Pengayoman dan Perintis Kemerdekaan.
Baca Juga: Perseroda Sulsel dan Kinarya Kerjasama Pengelolaan Parkir
"Kan kita Juli baru on the track ini, Juli Agustus, September tiga bulan terakhir ini sudah masuk di tiga ruas jalan, jadi kita juga tambah yang baru sekitar sepekan ini di Hertasning," katanya.
Asrul mengatakan PD Parkir Makassar Raya , masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para Juru Parkir (Jukir) untuk penerapan alat tersebut. Hal ini dilakulan dengan pendekatan yang intens untuk memastikan tidak terjadi persoalan nantinya.
"Jadi kita sosialisasi dulu, kan tidak bisa serta merta kita terapkan karena kita harus edukasi jukir , terus bagaimana responnya masyarakat seperti apa, termasuk milik badan usaha," katanya.
Dia mengatakan, kondisi jalan di Hertasning tidak sepenuhnya sama dengan kondisi tiga jalan yang lebih dahulu diterapkan, sehingga membutuhkan waktu dalam pembahasan teknisnya bersama pemilik badan usaha.
Humas PD Parkir Makassar Raya Asrul mengatakan, lokasi tersebut merupakan lokasi keempat yang diupayakan oleh PD Parkir Makassar Raya setelah jalan Boulevard, Pengayoman dan Perintis Kemerdekaan.
Baca Juga: Perseroda Sulsel dan Kinarya Kerjasama Pengelolaan Parkir
"Kan kita Juli baru on the track ini, Juli Agustus, September tiga bulan terakhir ini sudah masuk di tiga ruas jalan, jadi kita juga tambah yang baru sekitar sepekan ini di Hertasning," katanya.
Asrul mengatakan PD Parkir Makassar Raya , masih terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para Juru Parkir (Jukir) untuk penerapan alat tersebut. Hal ini dilakulan dengan pendekatan yang intens untuk memastikan tidak terjadi persoalan nantinya.
"Jadi kita sosialisasi dulu, kan tidak bisa serta merta kita terapkan karena kita harus edukasi jukir , terus bagaimana responnya masyarakat seperti apa, termasuk milik badan usaha," katanya.
Dia mengatakan, kondisi jalan di Hertasning tidak sepenuhnya sama dengan kondisi tiga jalan yang lebih dahulu diterapkan, sehingga membutuhkan waktu dalam pembahasan teknisnya bersama pemilik badan usaha.
Lihat Juga :