Zona Oranye, Bogor Kembali Buka Jalur Pedestrian Kebun Raya saat Akhir Pekan
Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, risiko penularan virus terjadi ketika sirkulasi udara di ruangan kantor kurang berjalan dengan baik. Kondisi ini semakin diperparah jika ada banyak orang di ruangan itu.
“Makanya kita imbau perkantoran menerapkan 50 persen WFH (bekerja dari rumah), terlebih bagi yang memiliki penyakit bawaan atau ibu hamil. Kemudian kita akan fungsikan taman-taman kota untuk tempat rapat,” ujar Bima.
Di lingkungan Balai Kota Bogor untuk rapat dalam waktu lama dengan melibatkan banyak dinas, pihaknya menggelar rapat di luar ruang seperti taman. “Rapat-rapat ini kita larang di dalam ruangan. Bagi kantor (pemerintahan maupun swasta) yang ingin rapat silakan gunakan taman atau outdoor.
“Pemerintah kota juga sering gunakan Taman Ekspresi. Nanti silakan di taman manapun, tinggal berkoordinasi saja dengan Bidang Pertamanan (Disperumkim). Kita dorong untuk rapat atau aktivitas di luar. Ini salah satu manajemen risiko penularan di kantor,” kata Bima.
“Makanya kita imbau perkantoran menerapkan 50 persen WFH (bekerja dari rumah), terlebih bagi yang memiliki penyakit bawaan atau ibu hamil. Kemudian kita akan fungsikan taman-taman kota untuk tempat rapat,” ujar Bima.
Di lingkungan Balai Kota Bogor untuk rapat dalam waktu lama dengan melibatkan banyak dinas, pihaknya menggelar rapat di luar ruang seperti taman. “Rapat-rapat ini kita larang di dalam ruangan. Bagi kantor (pemerintahan maupun swasta) yang ingin rapat silakan gunakan taman atau outdoor.
“Pemerintah kota juga sering gunakan Taman Ekspresi. Nanti silakan di taman manapun, tinggal berkoordinasi saja dengan Bidang Pertamanan (Disperumkim). Kita dorong untuk rapat atau aktivitas di luar. Ini salah satu manajemen risiko penularan di kantor,” kata Bima.
(jon)
Lihat Juga :