Gugus Tugas Sesalkan Pemakaman Pasien PDP Tak Ikuti Protokol Covid-19
Rabu, 15 April 2020 - 17:39 WIB
loading...
A
A
A
Dikonfirmasi terpisah, juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto membenarkan adanya seorang pasien PDP yang dimakamkan tanpa protokol Covid-19 di daerahnya. Menurutnya, berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, jenazah pasien tersebut dijemput paksa oleh pihak keluarga.
"Tim kita di sini sebenarnya sudah siap menjalankan proses pemakaman sesuai protokol Covid-19. Tapi, ada penolakan dari pihak keluarga," katanya.
Meski begitu, kata dia, tim gugus tugas juga memberikan edukasi kepada pihak keluarga agar tetap berhati-hati dalam menangani jenazah pasien tersebut. Seperti mengenakan masker dan saat pemakaman diminta agar tidak dihadiri banyak orang. Meskipun, sampai saat ini belum ada hasil dari laboratorium.
"Kita tidak bisa memaksa, kita gunakan cara persuasif dengan memberikan pemahaman kepada keluarganya," katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah mendata sejumlah keluarga dan tetangga yang terlibat dalam pengurusan jenazah PDP itu.
Dengan begitu, jika nanti hasil laboratorium manyatakan positif, maka lebih mudah melakukan proses pelacakan mereka yang melakukan kontak langsung dengan jenazah pasien. "Kita berharap semoga hasilnya negatif. Tapi yang jelas kita sudah upayakan langkah-langkah pencegahan," tambahnya.
"Tim kita di sini sebenarnya sudah siap menjalankan proses pemakaman sesuai protokol Covid-19. Tapi, ada penolakan dari pihak keluarga," katanya.
Meski begitu, kata dia, tim gugus tugas juga memberikan edukasi kepada pihak keluarga agar tetap berhati-hati dalam menangani jenazah pasien tersebut. Seperti mengenakan masker dan saat pemakaman diminta agar tidak dihadiri banyak orang. Meskipun, sampai saat ini belum ada hasil dari laboratorium.
"Kita tidak bisa memaksa, kita gunakan cara persuasif dengan memberikan pemahaman kepada keluarganya," katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah mendata sejumlah keluarga dan tetangga yang terlibat dalam pengurusan jenazah PDP itu.
Dengan begitu, jika nanti hasil laboratorium manyatakan positif, maka lebih mudah melakukan proses pelacakan mereka yang melakukan kontak langsung dengan jenazah pasien. "Kita berharap semoga hasilnya negatif. Tapi yang jelas kita sudah upayakan langkah-langkah pencegahan," tambahnya.
(don)
Lihat Juga :