Karimunjawa Segera Dibuka, Wisatawan Tak Hanya Dites Rapid tapi Juga PCR
Rabu, 14 Oktober 2020 - 17:07 WIB
loading...
Karimunjawa akan dibuka kembali untuk aktivitas pariwisata mulai tanggal 16 Oktober 2020. FOTO : Dok SINDOnews/Ahmad Antoni
A
A
A
SEMARANG - Wisata Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara akan dibuka pada 16 Oktober mendatang saat Pandemi COVID-19 . Pembukaan Karimunjawa diikuti dengan syarat yang ketat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa pihaknya meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk mengawasi ketat terkait pembukaan wisata Karimunjawa.
“SOPnya diikuti juga dengan ketat, kalau perlu semua menggunakan tes-tes yang tidak hanya rapid tapi PCR,” tegas Ganjar, Rabu (14/10/2020). (BACA JUGA: Direktur Televisi Swasta Tewas Setelah Alami Kecelakaan Tunggal)
Selain itu, ia minta transportasi untuk pengunjung juga harus didata. Ganjar juga meminta agar wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan wisata Karimunjawa.
![Karimunjawa Segera Dibuka, Wisatawan Tak Hanya Dites Rapid tapi Juga PCR]()
“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit eksklusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi, mungkin. Tapi karena kemudian kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” jelasnya.
Ganjar mengaku mendapat masukan dan pertanyaan dari aktivis pariwisata, lantaran pembukaan wisata Karimunjawa dibatasi. Hal ini sebagai upaya agar wilayah tersebut tetap menjadi zona hijau seperti saat ini. (BACA JUGA: Peserta Demo Tolak UU Ciptaker Tak Mau Pulang, Polisi Tembakan Gas Air Mata)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa pihaknya meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) untuk mengawasi ketat terkait pembukaan wisata Karimunjawa.
“SOPnya diikuti juga dengan ketat, kalau perlu semua menggunakan tes-tes yang tidak hanya rapid tapi PCR,” tegas Ganjar, Rabu (14/10/2020). (BACA JUGA: Direktur Televisi Swasta Tewas Setelah Alami Kecelakaan Tunggal)
Selain itu, ia minta transportasi untuk pengunjung juga harus didata. Ganjar juga meminta agar wisatawan memaklumi pembatasan ketat yang dilakukan dalam pembukaan wisata Karimunjawa.

“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit eksklusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi, mungkin. Tapi karena kemudian kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” jelasnya.
Ganjar mengaku mendapat masukan dan pertanyaan dari aktivis pariwisata, lantaran pembukaan wisata Karimunjawa dibatasi. Hal ini sebagai upaya agar wilayah tersebut tetap menjadi zona hijau seperti saat ini. (BACA JUGA: Peserta Demo Tolak UU Ciptaker Tak Mau Pulang, Polisi Tembakan Gas Air Mata)
Lihat Juga :