Polda Metro Jaya Tegaskan Kerusuhan 1310 Bukan Disulut dari Anak NKRI

Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:48 WIB
loading...
Polda Metro Jaya Tegaskan...
Sejumlah perusuh terlibat bentrok dengan aparat kepolisian dalam aksi 1310 kemarin di Jakarta.Foto/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan kerusuhan yang terjadi pada Selasa, 13 Oktober 2020 dikarenakan adanya provokasi dari perusuh. Kerusuhan bukan dikarenakan para pengunjuk rasa dari Anak NKRI melakukan aksi anarkis.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, awalnya massa pengunjuk rasa dari Anak NKRI sudah bubar pada pukul 16.00 WIB, namun secara tiba-tiba dari arah pengunjuk rasa ada yang melempar batu. "Jadi bukan hanya petugas yang dilempar tapi pengunjuk rasa dari Anak NKRI juga terkena lemparan batu dari provokator tersebut," kata Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/10/2020).

Menurut Yusri, usai ditimpuki batu, petugas kemudian langsung mencoba mengamankan situasi hingga akhirnya pecah dan timbul kericuhan. “Jadi akhirnya kami pukul mundur para perusuh yang ternyata bukan dari Anak NKRI melainkan penyusup yang memang memanfaatkan situasi untuk membuat kerusuhan," tegasnya.

Hingga akhirnya massa berhasil dipukul mundur. Namun, terjadi sedikit insiden di sekitar kantor GPII. "Memang benar saat massa sudah buar terjadi di daerah Menteng ada pembakaran ban dan penutupan jalan yang dilakukan sekelompok orang," jelasnya. (Baca: Aksi 1310, Polisi Tangkap 500 Perusuh dari Kelompok Anarko)

Yusri melanjutkan, petugas mencoba mengimbau massa agar membubarkan diri. Namun, kaarena massa enggan bubar, polisi memukul mundur para massa tersebut. "Petugas di lapangan sudah mengimbau segera dimatikan dan buka jalan tersebut. Imbauan nggak diindahkan dan petugas coba mendorong mereka melarikan diri ke gang dan masuk ke GPII itu," ungkap Yusri.

Yusri mengatakan, pihaknya mengamankan empat orang yang berlarian ke kantor GPII itu. Dia menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah keempat orang yang diamankan itu merupakan anggota GPII atau bukan. "Kita amankan ada empat dan ini masih kita dalami, bagaimana hasilnya kita tunggu saja," pungkas Yusri.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Rekomendasi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Bukan dari Jepang, Ini...
Bukan dari Jepang, Ini Motor Pertama yang Masuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved