Kelola 15 Kios, Begini Cerita Pedagang Batik di PGC Bertahan Selama Pandemi Corona
Senin, 12 Oktober 2020 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Hengky menuturkan, meski saat ini PSBB sudah dilonggarkan, namun hal itu belum memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan dari usaha 15 kios batik yang dikelola."Enggak, enggak ngaruh. Sebetulnya kenyataan di masyarakat itu bukan karena pengetatan PSBB, tapi karena kemampuan daya beli masyarakat tidak ada," ucapnya.
Menurut dia, hal itu dibuktikan dengan banyaknya pedagang di PGC yang sudah lebih dulu gulung tikar akibat tidak mampu membayar operasional perawatan gedung yang dirasa membenani para pedagang yang mengalami dampak atas pandemi Covid-19. (Lihat video: Anak Kali Krukut Meluap, Jalan Putus di Pondok Labu )
"Pedagang PGC itu hampir 30 persen sudah gulung tikar. Jadi sudah banyak pedagang yang meninggalkan PGC secara permanen, mereka yang gulung tikar kebanyakan pedagang yang barangnya sudah habis, dan tidak memiliki modal lagi untuk menambah barang mereka. Pedagang yang bisa bertahan karena mereka masih punya stok barang banyak," tukasnya.
Menurut dia, hal itu dibuktikan dengan banyaknya pedagang di PGC yang sudah lebih dulu gulung tikar akibat tidak mampu membayar operasional perawatan gedung yang dirasa membenani para pedagang yang mengalami dampak atas pandemi Covid-19. (Lihat video: Anak Kali Krukut Meluap, Jalan Putus di Pondok Labu )
"Pedagang PGC itu hampir 30 persen sudah gulung tikar. Jadi sudah banyak pedagang yang meninggalkan PGC secara permanen, mereka yang gulung tikar kebanyakan pedagang yang barangnya sudah habis, dan tidak memiliki modal lagi untuk menambah barang mereka. Pedagang yang bisa bertahan karena mereka masih punya stok barang banyak," tukasnya.
(mhd)
Lihat Juga :