Kalkulasi Rasional Dalam Aksi Kejahatan

Senin, 12 Oktober 2020 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Jika pelaku melakukan kejahatan untuk mendapatkan hasil yang lebih besar, otomatis pelaku harus mencari korban dari golongan lain. Namun konsekuensinya, golongan yang lebih tinggi kemungkinan memiliki saluran dan daya yang besar untuk melindungi diri dari kejahatan sehingga membuat ruang gerak pelaku menjadi terbatas.

Kedua adalah kalkulasi yang dikaitkan dengan peluang keberhasilan saat melakukan aksi kejahatan. Pilihan pelaku untuk mengincar korban yang juga sesama pemulung dianggapnya sebagai pilihan rasional karena pelaku sudah mengetahui ‘celah’ dari kehidupan sesama pemulung.

Ketersediaan informasi yang cukup soal target membuat peluang keberhasilan aksinya bisa lebih besar ketimbang pilihan korban yang sama sekali belum diketahui pelaku. Seperti juga dikatakan Clarke (1997), kejahatan dilakukan pelaku dengan menimbang secara rasional sejumlah faktor seperti keterbatasan, kemampuan diri, serta ketersediaan informasi terkait target. (Baca juga: Waspadai Tanda-tanda Awal Kanker Prostat Berikut Ini)

Dalam kasus ini, pelaku sudah mengenal korban serta mengetahui, mengamati sekaligus mempelajari kegiatan sehari-hari korban tanpa disadari oleh korban itu sendiri. Hasil belajar itulah yang kemudian digunakan pelaku sebagai strategi untuk mencari peluang agar tindak kejahatannya berhasil. Perilaku dan kebiasaan korban yang menetap di tempat-tempat rawan kejahatan serta minim pengawasan juga telah dibidik pelaku sehingga pelaku bisa leluasa melakukan aksinya.

Seperti dijelaskan dalam teori aktivitas rutin, kejahatan akan terjadi ketika tiga kondisi terpenuhi. Selain kehadiran pelaku yang memang sudah memiliki motivasi tertentu, ada target korban yang rentan dan memang cocok dengan kalkulasi yang sudah dibuat oleh pelaku. Aksi ini semakin tidak terkendali karena ketiadaan patroli di sekitar wilayah kejadian saat aksi tersebut berlangsung.

Selain itu elemen ketiga dari kalkulasi adalah faktor risiko. Pelaku mengaku bahwa aksi ini sudah dijalankannya berkali-kali. Hal ini menyiratkan bahwa pelaku mungkin merasa aksinya tidak menimbulkan dampak atau risiko yang sangat signifikan bagi dirinya, maka ia tidak perlu berpikir panjang lagi untuk mengulang kembali aksinya. (Lihat videonya: Pengelola Kantor Wajib Patuhi Protokol Kesehatan)

Kasus ini pada akhirnya menyiratkan perlunya strategi pencegahan kejahatan yang bersifat khusus terkait dengan kalkulasi rasional pelaku kejahatan. Dalam hal ini perlu ada sebuah strategi yang bisa mengubah situasi dan kondisi yang ada pada awalnya menguntungkan bagi pelaku tapi kemudian menjadi tidak rasional atau dirasa sulit bagi para pelaku, dengan demikian kejahatan pun urung dilakukan.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan ART Erin Wartia...
Mantan ART Erin Wartia Kabur Karena Ibunya Kritis dan Tak Diizinkan Pulang
Sunan Kalijaga Resmi...
Sunan Kalijaga Resmi Mundur sebagai Pengacara Erin Wartia
Oditur Militer Minta...
Oditur Militer Minta Majelis Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank
Rekomendasi
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved