Banjir Rendam Sejumlah Wilayah, Anggota DPRD DKI Ini Sidak Rumah Pompa di Jakbar
Minggu, 11 Oktober 2020 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia bersyukur banjir di Jakarta Barat tidak seperti wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang merendam ribuan rumah dan menyebabkan longsor seperti di Ciganjur, Jakarta Selatan.
"Saya prihatin dengan banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Jaksel dan Jaktim hingga ada korban jiwa di Ciganjur. Saya berkomitmen akan selalu berkeliling untuk mengecek rumah pompa dan wilayah rentan banjir di Jakarta Barat jika hujan deras guyur Jakarta," katanya. (Baca juga: Anies Investigasi Tanggul Longsor di Ciganjur Jaksel)
Kent juga meminta Kasatpel (Kepala Satuan Pelaksana) di setiap kecamatan agar selalu sigap jika terjadi genangan di sejumlah titik di wilayahnya agar bencana banjir dapat diselesaikan cepat dan tidak sampai warga mengalami kerugian harta benda akibat banjir.
"Jangan kerja setengah-setengah dalam menghadapi banjir di masa pandemi Covid-19 ini. Cek rumah-rumah pompa yang bermasalah dan siapkan semua pompa mobile," tuturnya.
Dalam menyikapi banjir di Jakarta, yang bertanggung jawab tidak hanya Suku Dinas SDA, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Bina Marga juga mempunyai tanggung jawab dalam hal ini, tetapi seluruh warga Jakarta ikut bertanggung jawab dengan bencana banjir ini.
"Banjir diakibatkan berkurangnya area serapan air karena pembangunan trotoar yang serampangan dan perubahan tata guna lahan, saluran air yang tidak memadai, dan juga perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dan suka buang sampah sembarangan," ujar Kent. (Baca juga: 7 Permukiman di Ciracas Jaktim Terdampak Banjir)
Perlu diketahui, sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir setelah diguyur hujan pada Sabtu 10 Oktober 2020. Sedikitnya 1.333 warga terpaksa mengungsi lantaran rumahnya terendam.
"Saya prihatin dengan banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Jaksel dan Jaktim hingga ada korban jiwa di Ciganjur. Saya berkomitmen akan selalu berkeliling untuk mengecek rumah pompa dan wilayah rentan banjir di Jakarta Barat jika hujan deras guyur Jakarta," katanya. (Baca juga: Anies Investigasi Tanggul Longsor di Ciganjur Jaksel)
Kent juga meminta Kasatpel (Kepala Satuan Pelaksana) di setiap kecamatan agar selalu sigap jika terjadi genangan di sejumlah titik di wilayahnya agar bencana banjir dapat diselesaikan cepat dan tidak sampai warga mengalami kerugian harta benda akibat banjir.
"Jangan kerja setengah-setengah dalam menghadapi banjir di masa pandemi Covid-19 ini. Cek rumah-rumah pompa yang bermasalah dan siapkan semua pompa mobile," tuturnya.
Dalam menyikapi banjir di Jakarta, yang bertanggung jawab tidak hanya Suku Dinas SDA, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Bina Marga juga mempunyai tanggung jawab dalam hal ini, tetapi seluruh warga Jakarta ikut bertanggung jawab dengan bencana banjir ini.
"Banjir diakibatkan berkurangnya area serapan air karena pembangunan trotoar yang serampangan dan perubahan tata guna lahan, saluran air yang tidak memadai, dan juga perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan dan suka buang sampah sembarangan," ujar Kent. (Baca juga: 7 Permukiman di Ciracas Jaktim Terdampak Banjir)
Perlu diketahui, sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir setelah diguyur hujan pada Sabtu 10 Oktober 2020. Sedikitnya 1.333 warga terpaksa mengungsi lantaran rumahnya terendam.
Lihat Juga :