Kader Partai Pendukung Nia-Usman Ramai-ramai Berpaling Dukung Bedas
Minggu, 11 Oktober 2020 - 03:39 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Tatus, sejak awal pun, keputusan DPC PBB Kabupaten Bandung yang memilih mendukung calon bupati perempuan dipertanyakan seluruh pengurus PAC, tokoh, serta kader PBB dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung.
Terlebih, kata dia, para pengurus PAC Bulan Bintang tingkat kecamatan, para tokoh, serta kader PBB tidak diajak bermusyawarah atau setidaknya diajak berdialog untuk menentukan arah dukungan PBB di Pilkada Kabupaten Bandung.
"Mereka gelisah dan kecewa, apalagi sejak awal kami tidak pernah diajak bicara dan semua keberatan dengan keputusan DPC," ungkapnya seraya menyatakan, Forum Penegak Syariah Bulan Bintang akan all out memenangkan Bedas.
Kondisi serupa terjadi di tubuh Partai Gerindra. Sedikitnya 28 PAC dan mantan pengurus Gerindra Kabupaten Bandung menyebrang dan memilih mendukung Bedas. Mereka menyatakan, dukungan Gerindra kepada Nia-Usman menyalahi AD/ART partai.
"Partai Gerindra kan sempat menjalankan mekanisme penjaringan calon bupati yang mendaftar ada lima orang. Mereka sudah mengikuti semua mekanisme, mulai dari pendaftaran hingga fit and proper tes. Tapi, ternyata yang muncul adalah Usman yang tidak mengikuti mekanisme penjaringan ini," beber Tatang.
Terlebih, kata dia, para pengurus PAC Bulan Bintang tingkat kecamatan, para tokoh, serta kader PBB tidak diajak bermusyawarah atau setidaknya diajak berdialog untuk menentukan arah dukungan PBB di Pilkada Kabupaten Bandung.
"Mereka gelisah dan kecewa, apalagi sejak awal kami tidak pernah diajak bicara dan semua keberatan dengan keputusan DPC," ungkapnya seraya menyatakan, Forum Penegak Syariah Bulan Bintang akan all out memenangkan Bedas.
Kondisi serupa terjadi di tubuh Partai Gerindra. Sedikitnya 28 PAC dan mantan pengurus Gerindra Kabupaten Bandung menyebrang dan memilih mendukung Bedas. Mereka menyatakan, dukungan Gerindra kepada Nia-Usman menyalahi AD/ART partai.
"Partai Gerindra kan sempat menjalankan mekanisme penjaringan calon bupati yang mendaftar ada lima orang. Mereka sudah mengikuti semua mekanisme, mulai dari pendaftaran hingga fit and proper tes. Tapi, ternyata yang muncul adalah Usman yang tidak mengikuti mekanisme penjaringan ini," beber Tatang.
Lihat Juga :