La Nina Terdeteksi di Pasifik, Pemerintah Diminta Antisipasi Musim Hujan
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia mencontohkan, akhir Oktober 2020 sebagian atau 30 persen wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan. Menurutnya, mulai Oktober 2020 sudah mulai terjadi peningkatan curah hujan hingga 40 persen, bahkan lebih di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera yang diprediksi mulai Oktober atau November. "Pada Desember, Januari, dan Februari mendatang, curah hujan akan meningkat di wilayah Indonesia bagian tengah, timur, dan utara," sebutnya.
Dia mengingatkan, potensi peningkatan curah hujan yang lebih tinggi dari kondisi normal, bahkan hingga mencapai 40 persen tentunya akan berdampak pada terjadinya bencana hidrometrologi, seperti banjir, longsor, angin kencang atau puting beliung. "Itulah sekilas prediksi cuaca kurang lebih selama enam bulan ke depan," katanya.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar sendiri sudah menetapkan Siaga 1 Bencana sejak Semptember 2020 lalu sebagai langkah antisipasi masuknya musim hujan di Jabar. "Sudah sebulan lalu saya (Jabar) Siaga Satu karena ternyata September sudah hadir hujan dan kami ada kejadian kebencanaan (banjir bandang) di Cianjur dan Sukabumi," katanya.
Pemprov Jabar pun sudah mengirim Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jabar terkait antisipasi bencana di musim hujan mengingat 60 persen bencana alam yang terjadi di Jabar merupakan bencana hidrologis. (Baca: Bandung Raya Kembali Diramalkan Dibasahi Hujan Ringan Siang Jelang Sore Ini)
"Di kami kebencanaan ini 60 persen adalah hidrologis. Hidrologisnya terbagi dua. Dari Jabar tengah ke utara banjir dan tengah ke selatan longsor karena secara geografis, Jabar tengah ke utara dan tengah ke selatan berupa lahan-lahan miring," terangnya.
Dia mengingatkan, potensi peningkatan curah hujan yang lebih tinggi dari kondisi normal, bahkan hingga mencapai 40 persen tentunya akan berdampak pada terjadinya bencana hidrometrologi, seperti banjir, longsor, angin kencang atau puting beliung. "Itulah sekilas prediksi cuaca kurang lebih selama enam bulan ke depan," katanya.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar sendiri sudah menetapkan Siaga 1 Bencana sejak Semptember 2020 lalu sebagai langkah antisipasi masuknya musim hujan di Jabar. "Sudah sebulan lalu saya (Jabar) Siaga Satu karena ternyata September sudah hadir hujan dan kami ada kejadian kebencanaan (banjir bandang) di Cianjur dan Sukabumi," katanya.
Pemprov Jabar pun sudah mengirim Surat Edaran (SE) kepada kepala daerah di 27 kabupaten/kota di Jabar terkait antisipasi bencana di musim hujan mengingat 60 persen bencana alam yang terjadi di Jabar merupakan bencana hidrologis. (Baca: Bandung Raya Kembali Diramalkan Dibasahi Hujan Ringan Siang Jelang Sore Ini)
"Di kami kebencanaan ini 60 persen adalah hidrologis. Hidrologisnya terbagi dua. Dari Jabar tengah ke utara banjir dan tengah ke selatan longsor karena secara geografis, Jabar tengah ke utara dan tengah ke selatan berupa lahan-lahan miring," terangnya.
Lihat Juga :