Menhub Soft Launching Pengoperasian Jalur Ganda Lintas Selatan Jawa
Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Setelah pembangunan jalur ganda rute utara 2014, pemerintah berusaha memulai di tahun 2015. “Sekarang ada jalur sepanjang 550 km dari Cirebon, Purwokerto, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, dan Jombang," kata dia.
Saat ini, proyek masih menyisakan jalur sepanjang 65 km untuk rute Jombang, Mojokerto, Wonokromo dan diharapkan dapat diselesaikan. Proyek menggunakan dana APBN sebesar Rp10 triliun dengan total sepanjang 615 km.
Jika seluruhnya terealisasinya, maka pemerintah berhasil menyatukan tiga aglomerasi. Yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), dan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusilo). Keberadaan lajur ganda diproyeksikan mampu menaikkan jumlah kereta api yang melintas hingga hampir dua kali lipat per hari.
Yakni, 172 kereta api (KA) per hari sebelum tahun 2015, dan saat ini menjadi 221 KA. Terdapat tiga terowongan panjang yang dibangun pada proyek jalur ganda lintas selatan Jawa. Yaitu Terowongan Notog, Kebasen, dan Ijo.
"Ini merupakan proyek multiyears dilakukan secara telaten, kontinyu,” kata dia.
Saat ini, proyek masih menyisakan jalur sepanjang 65 km untuk rute Jombang, Mojokerto, Wonokromo dan diharapkan dapat diselesaikan. Proyek menggunakan dana APBN sebesar Rp10 triliun dengan total sepanjang 615 km.
Jika seluruhnya terealisasinya, maka pemerintah berhasil menyatukan tiga aglomerasi. Yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Yogyakarta, Solo, Semarang (Joglosemar), dan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusilo). Keberadaan lajur ganda diproyeksikan mampu menaikkan jumlah kereta api yang melintas hingga hampir dua kali lipat per hari.
Yakni, 172 kereta api (KA) per hari sebelum tahun 2015, dan saat ini menjadi 221 KA. Terdapat tiga terowongan panjang yang dibangun pada proyek jalur ganda lintas selatan Jawa. Yaitu Terowongan Notog, Kebasen, dan Ijo.
"Ini merupakan proyek multiyears dilakukan secara telaten, kontinyu,” kata dia.
Lihat Juga :