Mahasiswa Anggap UU Omnibus Law Lebih Berbahaya dari COVID-19

Selasa, 06 Oktober 2020 - 17:46 WIB
loading...
Mahasiswa Anggap UU...
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar memblokade jalan Sultan Alauddin, Selasa (6/10/2020) sore tadi. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa
A A A
MAKASSAR - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar turun ke jalan depan kampus mereka di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (6/10/2020).

Mereka berunjuk rasa, menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law yang telah disahkan oleh DPR RI. Pantauan di lokasi, ruas jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Gowa dan Kota Makassar tersebut macet parah.

Baca juga: RUU Cipta Kerja Disahkan Hari Ini

Demonstran memblokade jalan dengan enam truk tronton yang juga digunakan sebagai panggung orasi. Beberapa petaka aksi juga dibentangkan. Massa juga membakar dua ban.

Ketua Dewan Mahasiswa UIN, Ahmad Aidil Fahri mengatakan, ada 11 tuntutan yang mereka minta kepada Presiden Joko Widodo , sekaitan dengan Omnibus Law.

11 tuntutan di antaranya menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, wujudkan reformasi agraria sejati, menolak dan cabut kebijakan yang anti terhadap rakyat, serta batalkan sidang paripurna omnibus law di gedung MPR RI.

Mahasiswa yang akrab disapa Yoyo ini bilang, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, dia mengancam akan terus berdemonstrasi selama tiga hari ke depan. "Kita bertahan sampai malam hari. Puncaknya sampai tanggal 8 Oktober insyaallah," ucapnya di lokasi.

Yoyo beranggapan, ada beberapa aturan dalam UU Cipta Kerja sangat memberatkan para pekerja khususnya buruh, petani. "Salah satu poinnya itu sistem kontrak kerja seumur hidup. Dan beberapa persyaratan sulit dijangkau oleh buruh," tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Anggap Omnibus Law lebih Kejam dari Aturan Zaman Belanda

Selain itu, sorotan soal sistem cuti yang hanya bisa dilakukan pada hari Minggu dan hari libur nasional saja. Yoyo menganggap aturan-aturan di UU Cipta Kerja lebih berbahaya dari virus corona atau COVID-19 .

"Karena menurut kami yang berbahaya selain pandemi adalah Omnibus Law makanya kita bakal mati-matian menolak UU Cipta Kerja ini. Kalau aksi kalai ini sudah kita imbau semua peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," tegasnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bincang Syariah di UIN...
Bincang Syariah di UIN Alauddin, Ditjen Bimas Islam Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Profil Annar Salahuddin...
Profil Annar Salahuddin Sampetoding, Tersangka Pemasok Bahan Baku Uang Palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar
Polisi Tetapkan 17 Tersangka...
Polisi Tetapkan 17 Tersangka Kasus Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved