Pemenang Scroll of Honour-UN Habitat Takjub Tanaman Kelor Anak-anak
Selasa, 06 Oktober 2020 - 08:24 WIB
loading...
Para pemenang Scroll of Honour-UN Habitat melihat karya anak-anak Surabaya yang mampu selamatkan kelestarian alam. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Para pemenang Scroll of Honour-UN Habitat akhirnya bertemu para Pengeran dan Putri Lingkungan Hidup 2020 di Balai Kota Surabaya . Mereka pun kagum dan takjub dengan prestasi dan project yang telah dilakukan oleh anak-anak muda Surabaya ini.
(Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Awalnya, Presiden Tunas Hijau Surabaya Mochamad Zamroni menjelaskan satu persatu karya dan project Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Surabaya kepada para tamu dan para pemenang itu. Semua proses kreatif dijelaskan tentang kesigapan anak-anak kecil itu terus berupaya menciptakan aksi-aksi peduli lingkungannya masing-masing.
"Saya mencoba menjelaskan bahwa anak-anak Surabaya ini secara berkelanjutan dan terus menerus melakukan aksi-aksi yang peduli terhadap lingkungannya. Bahkan, aksi mereka itu sangat terukur," kata Zamroni.
Pada kesempatan itu, tidak hanya dijelaskan tentang ide dan project mereka, tapi juga ditunjukkan hasil dari aksi nyata mereka dalam menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungannya. Salah satu yang dipamerkan kala itu adalah tanaman kelor, tas daur ulang dan beberapa barang lainnya yang merupakan hasil dari project nyata mereka.
(Baca juga: Kades Nita Hamili Stafnya Sendiri, Warga Desa Marah )
Awalnya, Presiden Tunas Hijau Surabaya Mochamad Zamroni menjelaskan satu persatu karya dan project Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup Surabaya kepada para tamu dan para pemenang itu. Semua proses kreatif dijelaskan tentang kesigapan anak-anak kecil itu terus berupaya menciptakan aksi-aksi peduli lingkungannya masing-masing.
"Saya mencoba menjelaskan bahwa anak-anak Surabaya ini secara berkelanjutan dan terus menerus melakukan aksi-aksi yang peduli terhadap lingkungannya. Bahkan, aksi mereka itu sangat terukur," kata Zamroni.
Pada kesempatan itu, tidak hanya dijelaskan tentang ide dan project mereka, tapi juga ditunjukkan hasil dari aksi nyata mereka dalam menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungannya. Salah satu yang dipamerkan kala itu adalah tanaman kelor, tas daur ulang dan beberapa barang lainnya yang merupakan hasil dari project nyata mereka.
Lihat Juga :