Pengelolaan Sampah Baru Capai 17%, Dewan Minta Galakkan Gerakan Bersih
Selasa, 06 Oktober 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakan Nurul, tujuannya dapat direalisasikan dengan memanfaatkan sampah menjadi kerajinan tangan, sehingga bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat.
Dengan realisasi yang baru mecapai 17% dirinya sangat menyayangkan kesadaran masyarakat yang masih sangat minim. Memerlukan edukasi yang lebih mendalam oleh pemerintah kota agar masyarakat paham betul pentingnya pengelolalaan sampah. Paling tidak bisa mengurangi tonase sampah ke TPA. Sampah yang benar-benar berakhir di TPA semestinya sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi.
"Persoalan sampah ini adalah persoalan semua pihak jadi masyarakat dan lembaga atau dinas harus bersinergi," ujarnya.
Sementara itu Ketua Bank Sampah Nasional Saharuddin Ridwan mengatakan, potensi pengelolaan sampah di Makassar terbilang cukup tinggi hal ini terlihat dari jumlah sampah non organik yang cukup banyak.
"Kita harus melihat komposisi sampah di Makassar ini kan 60% itu masih masih non organik, sehingga yang harus dilakukan itu adalah upaya-upaya pengurangan sampah yang masif," katanya.
Dengan realisasi yang baru mecapai 17% dirinya sangat menyayangkan kesadaran masyarakat yang masih sangat minim. Memerlukan edukasi yang lebih mendalam oleh pemerintah kota agar masyarakat paham betul pentingnya pengelolalaan sampah. Paling tidak bisa mengurangi tonase sampah ke TPA. Sampah yang benar-benar berakhir di TPA semestinya sampah yang sudah tidak bisa diolah lagi.
"Persoalan sampah ini adalah persoalan semua pihak jadi masyarakat dan lembaga atau dinas harus bersinergi," ujarnya.
Sementara itu Ketua Bank Sampah Nasional Saharuddin Ridwan mengatakan, potensi pengelolaan sampah di Makassar terbilang cukup tinggi hal ini terlihat dari jumlah sampah non organik yang cukup banyak.
"Kita harus melihat komposisi sampah di Makassar ini kan 60% itu masih masih non organik, sehingga yang harus dilakukan itu adalah upaya-upaya pengurangan sampah yang masif," katanya.
Lihat Juga :