Belum Keluarkan Izin Pentas Seni, Begini Alasan Kapolres Rembang
Selasa, 06 Oktober 2020 - 03:50 WIB
loading...
Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre. FOTO : MNC Media/Musyafa Musa
A
A
A
REMBANG - Kapolres Rembang , AKBP Kurniawan Tandi Rongre menegaskan pihaknya sampai saat ini masih belum mengeluarkan izin pentas keramaian kegiatan seni.
Menurutnya keselamatan kesehatan masyarakat menjadi yang paling utama.
Kapolres menyebut Kabupaten Rembang sekarang masuk zona orange penyebaran COVID-19 . Jika nantinya sudah turun tingkatan menjadi zona kuning, ia berjanji pentas seni akan diperbolehkan. Maka Rongre mengajak masyarakat untuk bersama-sama menurunkan penyebaran COVID-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(Baca juga : 8 Polisi Kawal Ketat Cabup-Cawabup Rembang Selama 24 Jam )
“Pentas seni ditiadakan dulu sampai batas waktu yang dianggap Rembang sudah bisa melakukan kegiatan seni. Prinsipnya kesehatan masyarakat yang paling utama. Nggak cuma pemerintah, tapi mohon semua masyarakat ikut peduli, “ tandasnya.
Sementara itu, seorang pekerja seni di Desa Ngulahan Kecamatan Sedan, Hariyanto mengakui keputusan menghentikan pentas seni, memang menjadi pukulan berat. Namun karena kondisinya sudah seperti itu, ia memilih menggeluti pekerjaan lain, meski penghasilan pas-pasan.
“Saya Insya Allah ada pekerjaan lain, meski nggak sebesar kalau rutin pentas. Tapi saya melihatnya kan temen-teman yang lain, yang nggak punya kerjaan sampingan. Jujur saja mas, nasib mereka sangat memprihatinkan, “ ungkapnya, Senin (5/10/2020).
Menurutnya keselamatan kesehatan masyarakat menjadi yang paling utama.
Kapolres menyebut Kabupaten Rembang sekarang masuk zona orange penyebaran COVID-19 . Jika nantinya sudah turun tingkatan menjadi zona kuning, ia berjanji pentas seni akan diperbolehkan. Maka Rongre mengajak masyarakat untuk bersama-sama menurunkan penyebaran COVID-19, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(Baca juga : 8 Polisi Kawal Ketat Cabup-Cawabup Rembang Selama 24 Jam )
“Pentas seni ditiadakan dulu sampai batas waktu yang dianggap Rembang sudah bisa melakukan kegiatan seni. Prinsipnya kesehatan masyarakat yang paling utama. Nggak cuma pemerintah, tapi mohon semua masyarakat ikut peduli, “ tandasnya.
Sementara itu, seorang pekerja seni di Desa Ngulahan Kecamatan Sedan, Hariyanto mengakui keputusan menghentikan pentas seni, memang menjadi pukulan berat. Namun karena kondisinya sudah seperti itu, ia memilih menggeluti pekerjaan lain, meski penghasilan pas-pasan.
“Saya Insya Allah ada pekerjaan lain, meski nggak sebesar kalau rutin pentas. Tapi saya melihatnya kan temen-teman yang lain, yang nggak punya kerjaan sampingan. Jujur saja mas, nasib mereka sangat memprihatinkan, “ ungkapnya, Senin (5/10/2020).
Lihat Juga :