Jokowi Sebut Jangan Sok-sokan Lockdown, Ridwan Kamil: Jabar Mah Tidak Merasa
Senin, 05 Oktober 2020 - 19:48 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menanggapi pernyataan Presiden RI, Jokowi yang menyebut jangan sok-sokan me-lockdown kota atau kabupaten. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut tak perlu sok-sokan me-lockdown kota atau kabupaten dalam pengendalian COVID-19.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, pada dasarnya, setiap pengambilan keputusan percepatan penanggulangan COVID-19 di Provinsi Jabar, pihaknya selalu mengacu kepada kajian ilmiah. (Baca: Kang Emil: Pilih Masker atau Lockdown)
"Per hari ini, kami tidak ada lagi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) skala provinsi, itu sudah dilalui. Tidak ada lagi PSBB penuh skala kota/kabupaten, yang ada sekarang PSBM," tegas Kang Emil dalam konferensi pers virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).
Oleh karenanya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar itu menilai, pernyataan yang disampaikan Presiden tersebut ditujukan untuk mengingatkan pemerintah daerah lain, bukan Provinsi Jabar.
"Kalau ditanya responnya, mungkin itu mengingatkan ke yang lain karena jabar mah tidak merasa karena kebijakan kita mah PSBM, seperti halnya penutupan desa di Kuningan yang pesantrennya kena (COVID-19)," tandasnya. (Baca: Sekda Kota Cirebon Positif COVID-19, Balai Kota Bakal Lockdown)
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menegaskan, pada dasarnya, setiap pengambilan keputusan percepatan penanggulangan COVID-19 di Provinsi Jabar, pihaknya selalu mengacu kepada kajian ilmiah. (Baca: Kang Emil: Pilih Masker atau Lockdown)
"Per hari ini, kami tidak ada lagi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) skala provinsi, itu sudah dilalui. Tidak ada lagi PSBB penuh skala kota/kabupaten, yang ada sekarang PSBM," tegas Kang Emil dalam konferensi pers virtual dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10/2020).
Oleh karenanya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar itu menilai, pernyataan yang disampaikan Presiden tersebut ditujukan untuk mengingatkan pemerintah daerah lain, bukan Provinsi Jabar.
"Kalau ditanya responnya, mungkin itu mengingatkan ke yang lain karena jabar mah tidak merasa karena kebijakan kita mah PSBM, seperti halnya penutupan desa di Kuningan yang pesantrennya kena (COVID-19)," tandasnya. (Baca: Sekda Kota Cirebon Positif COVID-19, Balai Kota Bakal Lockdown)
Lihat Juga :