Gubernur Sumut Pastikan Tidak Ada Pasien Covid-19 yang Terlantar
Selasa, 05 Mei 2020 - 20:09 WIB
loading...
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19, Martha Friska Medan, Selasa (5/5/2020). Foto/ Humas Pemprov Sumut
A
A
A
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19, Martha Friska Medan, Selasa (5/5/2020). Kedatangannya disambut hangat para dokter dan perawat serta tenaga kesehatan lain.
“Saya ke sini mau lihat semuanya. Saya tanya ke pasien tadi di dalam, kondisinya baik. Berarti kalian (tenaga kesehatan) melaksanakan tugas dengan baik. Saya sempat berfikir negatif, tetapi setelah saya lihat semua oke,” ujar Gubernur usai meninjau pasien dari ruang kendali RS.
Meskipun tidak dibenarkan bertemu langsung, Gubernur menceritakan bagaimana ia bisa menjalin komunikasi hingga dirasakan sedekat mungkin dengan warga yang dirawat di RS tersebut. Karena itu, dirinya melakukan sambungan telepon sambil melihat keadaan di dalam ruangan pasien melalui CCTV. (Baca juga : Respons Cepat Bupati Tapteng Tangani Covid-19 Dipuji KPw BI Sibolga )
“Jadi mereka ini kan rata-rata sudah di atas 14 hari. Secara laporan ke saya, mereka sehat dan sudah stabil, tetapi menunggu kepastian hasil Swab yang sudah dilakukan atau yang dikirim ke Jakarta. Setelah saya lihat, mereka sehat, bahkan saya suruh push up,” sebut Edy usai berbicara kepada 8 orang pasien di dalam RS.
Mengutip dari laman Sumutprov.go.id, Edy juga menyinggung soal adanya kabar miring tentang petugas kesehatan yang ditelantarkan atau tidak diurus Pemprov Sumut atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya isu itu sangat kurang baik, mengingat selain upaya terus dilakukan semua pihak guna menuntaskan wabah ini, tenaga kesehatan juga tetap bersemangat merawat pasien.
“Saya ke sini mau lihat semuanya. Saya tanya ke pasien tadi di dalam, kondisinya baik. Berarti kalian (tenaga kesehatan) melaksanakan tugas dengan baik. Saya sempat berfikir negatif, tetapi setelah saya lihat semua oke,” ujar Gubernur usai meninjau pasien dari ruang kendali RS.
Meskipun tidak dibenarkan bertemu langsung, Gubernur menceritakan bagaimana ia bisa menjalin komunikasi hingga dirasakan sedekat mungkin dengan warga yang dirawat di RS tersebut. Karena itu, dirinya melakukan sambungan telepon sambil melihat keadaan di dalam ruangan pasien melalui CCTV. (Baca juga : Respons Cepat Bupati Tapteng Tangani Covid-19 Dipuji KPw BI Sibolga )
“Jadi mereka ini kan rata-rata sudah di atas 14 hari. Secara laporan ke saya, mereka sehat dan sudah stabil, tetapi menunggu kepastian hasil Swab yang sudah dilakukan atau yang dikirim ke Jakarta. Setelah saya lihat, mereka sehat, bahkan saya suruh push up,” sebut Edy usai berbicara kepada 8 orang pasien di dalam RS.
Mengutip dari laman Sumutprov.go.id, Edy juga menyinggung soal adanya kabar miring tentang petugas kesehatan yang ditelantarkan atau tidak diurus Pemprov Sumut atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Menurutnya isu itu sangat kurang baik, mengingat selain upaya terus dilakukan semua pihak guna menuntaskan wabah ini, tenaga kesehatan juga tetap bersemangat merawat pasien.
Lihat Juga :