Jabar Cetak Realisasi Investasi Rp57,9 Triliun di Tengah Pandemi, Ini Rahasianya

Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:01 WIB
loading...
Jabar Cetak Realisasi...
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
BANDUNG - Sektor ekonomi yang terpuruk akibat pandemi COVID-19 ternyata tak menyurutkan langkah investor untuk berinvestasi di Provinsi Jawa Barat .

Hingga semester I 2020, Jabar sukses mencetak realisasi investasi hingga Rp57,9 triliun yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). (BACA JUGA: Genjot Investasi di Tengah Pandemi, Jabar Tawarkan 7 Proyek Siap Bangun )

"PMA ada penurunan sebesar 30 persen, tetapi PMDN meningkat lebih dari 20 persen. Ini memperlihatkan minat investor untuk berinvestasi di Jabar masih tinggi," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara, Kamis (1/10/2020). (BACA JUGA: Warga Jabar Tertipu Investasi Online, Polda Lakukan Pengusutan )

Menurut Noneng, pada semester I 2020, ada sekitar 8.000 pemohon izin untuk berinvestasi di Jabar. Bahkan, kata Noneng, jumlah itu bisa lebih besar bila diakumulasikan dengan pemohon izin investasi kepada pemerintah kabupaten/kota. (BACA JUGA: Jabar Tawarkan Proyek Investasi ke Singapura Bernilai Triliunan Rupiah )

Permohonan izin yang tinggi, lanjut Noneng, membuktikan besarnya minat investor untuk menanamkan modalnya di Jabar. Terlebih, indeks kepuasan investor berinvestasi di Jabar pun terus meningkat.

"Kami mendapatkan predikat A atau prima dari kementerian untuk pelayanan investasi. Mudah-mudahan ini dapat membangun kepercayaan investor kepada Jabar," ujar Noneng.

"Pemda Provinsi Jabar terus bekerja keras untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif," tutur Noneng seraya optimistis bahwa investasi bakal mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Lebih lanjut Noneng mengatakan, masih tingginya minat berinvestasi di Jabar, khususnya di saat pandemi COVID-19, tak lepas dari upaya Pemprov Jabar, salah satunya penerapan teknologi untuk memangkas waktu dan mempermudah proses perizinan.

"Pemohon izin (investor) dapat mengajukan permohonan secara daring dan tidak harus datang ke kami. Cukup dari kantornya dengan serta-merta dapat memperoleh izin. Tentu saja apabila semua persyaratan dapat dipenuhi," ungkap dia.

Selain kemudahan izin yang diberikan Pemda Provinsi Jabar, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun kini memberikan sejumlah intensif bagi para PMA untuk berinvestasi di Indonesia.

"BKPM sudah memberikan beberapa insentif kepada para investor, di antaranya pajak, kemudahan ekspor-impor, serta program kemudahan untuk industri," kata Noneng.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Herawanto mengatakan, kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan infrastruktur yang akseptabel menjadi modal Jabar dalam menarik minat investor. "Di sini (Jabar) memiliki human resources yang quality-nya juga relatif terbaik di Indonesia," kata Herawanto.

Herawanto menyatakan, untuk menjaga iklim investasi yang kondusif di tengah pandemi COVID-19, semua pihak mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat perlu memperkuat optimisme.

Selain itu, Pemda Provinsi Jabar harus menjaga keseimbangan dinamis. Artinya, pengendalian COVID-19 berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi.

"Dari sisi suplai harus ada kebijakan-kebijakan yang berpihak agar memberikan ruang gerak yang leluasa bagi pelaku-pelaku bisnis. Tentunya dengan protokol kesehatan," ujar Herawanto.

Diketahui, dalam Road to Indonesia Investment Day di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (29/9/2020) lalu, Jabar menawarkan tujuh proyek strategis.

Ketujuh proyek tersebut, yakni Aerocity Kertajati, Subang Industrial Park, Pariwisata Ciater Raya, Kawasan Walini Raya, Kertajati Industrial Estate Majalengka, Greater Cirebon Solid Waste Treatment Plant, dan Jatigede Regional Water Supply System.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Rekomendasi
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Berita Terkini
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved