Hadapi Cuaca Ekstrem, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkot Surabaya
Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:23 WIB
loading...
Perahu karet diperiksa untuk menghadapi cuaca ekstrim yang akan terjadi di Surabaya di sepanjang bulan ini sampai akhir tahun. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Prediksi adanya cuaca ekstrem sudah dilayangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hujan deras serta angin kencang terjadi karena anomali cuaca dan peralihan musim di Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melihat kesiapan penyimpanan perahu yang terletak di Kantor BPB Linmas Surabaya. Ia memastikan semua perahu yang dimiliki dalam kondisi normal.
Hal itu penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi datangnya hujan lebat dan angin kencang selama peralihan musim atau pancaroba.
Risma langsung meminta jajarannya untuk mengeluarkan semua perahu yang dimiliki. Ia meminta agar satu persatu perahu karet itu dicek kondisinya dan dicoba di atas sungai Kalimas.
"Tolong dicek, pastikan semua perahu ini dicoba. Supaya kita tahu ini bocor atau tidak, dicek minimal 3 jam," kata Risma, Kamis (1/10/2020).
Ia juga meminta jajaran BPB dan Linmas untuk melakukan pengecekan mesin di setiap perahu tersebut. Apabila kondisi mesin perahu ada kerusakan, ia ingin agar segera dilakukan perbaikan. Dan, apabila tidak memungkinan untuk diperbaiki, agar segera dilakukan penggantian.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melihat kesiapan penyimpanan perahu yang terletak di Kantor BPB Linmas Surabaya. Ia memastikan semua perahu yang dimiliki dalam kondisi normal.
Hal itu penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi datangnya hujan lebat dan angin kencang selama peralihan musim atau pancaroba.
Risma langsung meminta jajarannya untuk mengeluarkan semua perahu yang dimiliki. Ia meminta agar satu persatu perahu karet itu dicek kondisinya dan dicoba di atas sungai Kalimas.
"Tolong dicek, pastikan semua perahu ini dicoba. Supaya kita tahu ini bocor atau tidak, dicek minimal 3 jam," kata Risma, Kamis (1/10/2020).
Ia juga meminta jajaran BPB dan Linmas untuk melakukan pengecekan mesin di setiap perahu tersebut. Apabila kondisi mesin perahu ada kerusakan, ia ingin agar segera dilakukan perbaikan. Dan, apabila tidak memungkinan untuk diperbaiki, agar segera dilakukan penggantian.
Lihat Juga :