Usut Tuntas Vandalisme Musala dan Perobekan Alquran di Tangerang
Kamis, 01 Oktober 2020 - 06:53 WIB
loading...
Aksi vandalisme di rumah ibadah kembali terjadi. Kali ini di Musala Darussalam, RT 5/8, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. SINDOnews/Hasan Kurniawan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Koordinator Ekonomi dan Keuangan Sufmi Dasco Ahmad turut prihatin atas aksi vandalisme yang terjadi di Musala Darussalam, Kuta Jaya, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Dasco pun meminta aparat mengusut tuntas kasus tersebut.
“Pertama, kami turut prihatin bahwa terjadi aksi yang memang tidak bisa dibenarkan di dalam masjid atau musala yang membuat suasana tidak kondusif. Nah, oleh karena itu, kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif pelaku dan kemudian kalau ada hal-hal lain yang perlu didalami lebih dalam lagi,” kata Dasco di Jakarta kemarin. (Baca: Waspada dan Jangan Meremehkan Sifat Lalai)
Menurut anggota Komisi III DPR itu, aparat penegak hukum tidak cukup hanya mengungkap pelaku, tapi perlu juga didalami motif dan latar belakang pelaku. Apakah ada dalang yang membuat pelaku melakukan tindakan vandalisme itu di sebuah musala.
“Aparat penegak hukum tidak hanya cukup menangkap, tapi kemudian diselidiki motifnya, kemudian latar belakang kemudian apakah kemudian ada yang menyuruh atau lain-lain,” pinta politikus Partai Gerindra itu.
Diberitakan sebelumnya, dinding musala dicoret dengan tulisan: “Saya Kafir”, “Anti-Islam”, dan “Anti Khilafah.” Selain itu, pelaku juga menyobek-nyobek Alquran. Aksi vandalisme ini terungkap pada saat akan melakukan salat asar pada Selasa, 29 September 2020. Pelaku diduga melakukan aksinya siang hari saat suasana sedang dalam keadaan sepi. (Baca juga: RUU Kejaksaan Dinilai Ingin Jadikan Jaksa Superbody)
“Pertama, kami turut prihatin bahwa terjadi aksi yang memang tidak bisa dibenarkan di dalam masjid atau musala yang membuat suasana tidak kondusif. Nah, oleh karena itu, kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motif pelaku dan kemudian kalau ada hal-hal lain yang perlu didalami lebih dalam lagi,” kata Dasco di Jakarta kemarin. (Baca: Waspada dan Jangan Meremehkan Sifat Lalai)
Menurut anggota Komisi III DPR itu, aparat penegak hukum tidak cukup hanya mengungkap pelaku, tapi perlu juga didalami motif dan latar belakang pelaku. Apakah ada dalang yang membuat pelaku melakukan tindakan vandalisme itu di sebuah musala.
“Aparat penegak hukum tidak hanya cukup menangkap, tapi kemudian diselidiki motifnya, kemudian latar belakang kemudian apakah kemudian ada yang menyuruh atau lain-lain,” pinta politikus Partai Gerindra itu.
Diberitakan sebelumnya, dinding musala dicoret dengan tulisan: “Saya Kafir”, “Anti-Islam”, dan “Anti Khilafah.” Selain itu, pelaku juga menyobek-nyobek Alquran. Aksi vandalisme ini terungkap pada saat akan melakukan salat asar pada Selasa, 29 September 2020. Pelaku diduga melakukan aksinya siang hari saat suasana sedang dalam keadaan sepi. (Baca juga: RUU Kejaksaan Dinilai Ingin Jadikan Jaksa Superbody)
Lihat Juga :