Flyover Ganefo Mranggen Dibangun Tahun Ini, Kontraktor Diminta Terapkan Padat Karya
Rabu, 30 September 2020 - 06:02 WIB
loading...
Penandatanganan kontrak antara Pemprov Jateng dengan pelaksana proyek flyover Ganefo Mranggen ruas Semarang-Godong di Kabupaten Demak. Foto/dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Pembangunan flyover Ganefo Mranggen ruas Semarang-Godong di Kabupaten Demak akan dimulai tahun ini. Penandatanganan kontrak antara Pemprov Jateng dengan pelaksana proyek senilai Rp109 miliar itu dilakukan di Kantor Pemprov Jateng, Selasa (29/9/2020).
Proyek ini dikerjakan PT Brantas Abipraya Persero bekerjasama dengan PT Heroni Karya Semesta. Penandatanganan disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Demak M Natsir.
Ganjar mewanti-wangi pemenang lelang untuk mengerjakan proyek dengan baik. Proyek harus selesai tepat waktu dengan kualitas yang dijaga. "Integritasnya harus dijaga. Jangan dikorup. Kami akan mengawasi ini," tegasnya. Ia juga meminta masyarakat dilibatkan dalam pengerjaan proyek dengan sistem padat karya.
"Saya titipkan, seoptimal mungkin tolong ajak masyarakat sehingga bisa bekerja padat karya. Ini kan nilainya cukup besar, totalnya Rp109 miliar. Menurut saya, kalau bagian-bagian pekerjaan kecil bisa dishare pada masyarakat, ajaklah mereka bekerja di sana. Cara ini akan membantu mereka semangat, bisa bekerjha dan mendapatkan penghasilan. Maka, spirit gotong royongnya akan tumbuh," ujarnya.
(Baca juga: Pandemi COVID-19 Belum Reda, Kampanye Pilkada Sepi )
Pihaknya juga meminta pelaksana proyek mempertimbangkan cuaca yang sudah memasuki musim penghujan. Selain itu, traffic manajemen diminta diperhitungkan sedetil mungkin, agar pembangunan proyek tidak menimbulkan kemacetan panjang.
"Soal cuaca dan antisipasi kemacetan ini, harus dipertimbangkan mulai sekarang. Tentu kami akan membantu melakukan pengawasan, agar pekerjaan berjalan lancar dan lalulintas tidak terlalu terganggu," pungkasnya.
Proyek ini dikerjakan PT Brantas Abipraya Persero bekerjasama dengan PT Heroni Karya Semesta. Penandatanganan disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Demak M Natsir.
Ganjar mewanti-wangi pemenang lelang untuk mengerjakan proyek dengan baik. Proyek harus selesai tepat waktu dengan kualitas yang dijaga. "Integritasnya harus dijaga. Jangan dikorup. Kami akan mengawasi ini," tegasnya. Ia juga meminta masyarakat dilibatkan dalam pengerjaan proyek dengan sistem padat karya.
"Saya titipkan, seoptimal mungkin tolong ajak masyarakat sehingga bisa bekerja padat karya. Ini kan nilainya cukup besar, totalnya Rp109 miliar. Menurut saya, kalau bagian-bagian pekerjaan kecil bisa dishare pada masyarakat, ajaklah mereka bekerja di sana. Cara ini akan membantu mereka semangat, bisa bekerjha dan mendapatkan penghasilan. Maka, spirit gotong royongnya akan tumbuh," ujarnya.
(Baca juga: Pandemi COVID-19 Belum Reda, Kampanye Pilkada Sepi )
Pihaknya juga meminta pelaksana proyek mempertimbangkan cuaca yang sudah memasuki musim penghujan. Selain itu, traffic manajemen diminta diperhitungkan sedetil mungkin, agar pembangunan proyek tidak menimbulkan kemacetan panjang.
"Soal cuaca dan antisipasi kemacetan ini, harus dipertimbangkan mulai sekarang. Tentu kami akan membantu melakukan pengawasan, agar pekerjaan berjalan lancar dan lalulintas tidak terlalu terganggu," pungkasnya.
Lihat Juga :