Perindo Condong Dukung Petahana di Pilkada Tana Toraja
Rabu, 15 April 2020 - 14:19 WIB
loading...
Perindo lebih condong mendukung petahana di Pilkada Tana Toraja. Foto: Ilustrasi
A
A
A
MAKASSAR - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) perlahan mulai menentukan arah dukungannya di sejumlah daerah yang akan berpilkada di Sulsel. Khusus di Tana Toraja, partai ini condong mendukung petahana.
Sekretaris DPW Perindo Sulsel, Hilal Syahrim mengatakan, partainya kemungkinan besar akan menjagokan petahana di Pilkada Tana Toraja. Pihaknya melihat paket Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara memiliki peluang besar untuk mengamankan periode keduanya.
"Kalau di Tana Toraja, kemungkinan besar kita akan ke petahana. Kami melihat beliau punya kans untuk menang," kata Hilal saat dihubungi.
Sedianya, nama Nico dan Victor tak masuk dalam penjaringan DPD Perindo Tana Toraja. DPD hanya menjaring enam nama kandidat, tanpa nama petahana di dalamnya.
Keenamnya ialah Albert Patarru, Marcelus Rantetana, Marthen Sorreng dan Krist Runtung. Selanjutnya Theofilus Allorerung, Jhon Diplomasi, dr Rudi Andilolo serta Opy Sanda.
Hilal berdalih, faktor tersebut hanya persoalan teknis saja. Apalagi DPW berhak memasukkan nama kandidat, jika memang diperlukan.
"Ini hanya persoalan teknis. Kebetulan kan di Tana Toraja, ketuanya memang sedang sakit. Jadi tinggal kita komunikasikan saja ke bawah," ujarnya.
Sekretaris DPW Perindo Sulsel, Hilal Syahrim mengatakan, partainya kemungkinan besar akan menjagokan petahana di Pilkada Tana Toraja. Pihaknya melihat paket Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara memiliki peluang besar untuk mengamankan periode keduanya.
"Kalau di Tana Toraja, kemungkinan besar kita akan ke petahana. Kami melihat beliau punya kans untuk menang," kata Hilal saat dihubungi.
Sedianya, nama Nico dan Victor tak masuk dalam penjaringan DPD Perindo Tana Toraja. DPD hanya menjaring enam nama kandidat, tanpa nama petahana di dalamnya.
Keenamnya ialah Albert Patarru, Marcelus Rantetana, Marthen Sorreng dan Krist Runtung. Selanjutnya Theofilus Allorerung, Jhon Diplomasi, dr Rudi Andilolo serta Opy Sanda.
Hilal berdalih, faktor tersebut hanya persoalan teknis saja. Apalagi DPW berhak memasukkan nama kandidat, jika memang diperlukan.
"Ini hanya persoalan teknis. Kebetulan kan di Tana Toraja, ketuanya memang sedang sakit. Jadi tinggal kita komunikasikan saja ke bawah," ujarnya.
Lihat Juga :