Triwulan Pertama 2020, Ekonomi Jabar Anjlok Cukup Dalam
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Dua Bulan Pandemi Corona, Inflasi Jabar Tetap Terjaga)
Selain itu kontraksi terjadi pada pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 1,70 persen, Perubahan Inventori sebesar 1,02 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa yang berlaku sebagai pengurang pertumbuhan ekonomi terkontraksi signifikan sebesar 4,89 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Penerapan sistem kerja work from home (WFH) dan sistem belajar secara online yaitu Learning From Home (LFH) membuat Lapangan Usaha Informasi dan komunikasi tumbuh ekspansif sebesar 25,95 persen.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,79 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 3,97 persen; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 2,94 persen; dan beberapa Lapangan Usaha lainnya.
Namun, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat turun sebesar 0,95 persen (q-to-q) tertahan oleh kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
Selain itu kontraksi terjadi pada pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 1,70 persen, Perubahan Inventori sebesar 1,02 persen. Sementara Komponen Impor Barang dan Jasa yang berlaku sebagai pengurang pertumbuhan ekonomi terkontraksi signifikan sebesar 4,89 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga dipengaruhi oleh pandemi COVID-19. Penerapan sistem kerja work from home (WFH) dan sistem belajar secara online yaitu Learning From Home (LFH) membuat Lapangan Usaha Informasi dan komunikasi tumbuh ekspansif sebesar 25,95 persen.
Pertumbuhan positif juga terjadi pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 5,79 persen; pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 3,97 persen; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 2,94 persen; dan beberapa Lapangan Usaha lainnya.
Namun, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat turun sebesar 0,95 persen (q-to-q) tertahan oleh kontraksi pertumbuhan pada beberapa lapangan usaha yang memiliki kontribusi besar seperti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.
(muh)
Lihat Juga :