Gembong Narkoba Kabur, Legislator Duga Ada Keterlibatan Orang dalam
Selasa, 29 September 2020 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau misalnya tidak ada keterlibatan orang di dalam yang membuang hasil galian di dalam lapas itu tidak mungkin, ini penuh dengan kejanggalan," terang legislator asal PAN ini. (Baca juga: Gembong Narkotika Asal China Kabur, 13 Pegawai Lapas Kelas 1 Tangerang Diperiksa )
Keterlibatan orang dalam lainnya, kata Sarifuddin, adalah dengan menyiapkan peralatan untuk menggali. Pasalnya, untuk menggali lubang sepanjang 25 meter dan sedalam 3 meter pastinya memerlukan peralatan. "Alat yang digunakan tidak mungkin pakai tangan, pasti pakai alat. Dari mana alat itu didapat ya pasti dari orang dalam," ketusnya.
Atas kaburnya Cai Ji Fan, Sarifuddin pun meminta jangan hanya mencopot Kalapas. Pejabat yang ada di atasnya seperti kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (kanwilkumham) Banten juga harus dicopot. "Menurut saya tidak hanya sebatas kalapas saja yang bertanggung jawab, kepala kantor wilayahnya juga di non aktifkan," tegasnya.
Hal tersebut, kata Sarifuddin harus segera dilakukan karena masalah ini sudah berulangkali terjadi dan yang terakhir di Bali. Namun ketika hanya sebatas dimintai pertanggungjawaban kalapas yang dikorbankan. "Jangan terus berada di zona nyaman, jadi betul-betul mereka harus dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini agar tak lagi terulang," pungkasnya.
Keterlibatan orang dalam lainnya, kata Sarifuddin, adalah dengan menyiapkan peralatan untuk menggali. Pasalnya, untuk menggali lubang sepanjang 25 meter dan sedalam 3 meter pastinya memerlukan peralatan. "Alat yang digunakan tidak mungkin pakai tangan, pasti pakai alat. Dari mana alat itu didapat ya pasti dari orang dalam," ketusnya.
Atas kaburnya Cai Ji Fan, Sarifuddin pun meminta jangan hanya mencopot Kalapas. Pejabat yang ada di atasnya seperti kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (kanwilkumham) Banten juga harus dicopot. "Menurut saya tidak hanya sebatas kalapas saja yang bertanggung jawab, kepala kantor wilayahnya juga di non aktifkan," tegasnya.
Hal tersebut, kata Sarifuddin harus segera dilakukan karena masalah ini sudah berulangkali terjadi dan yang terakhir di Bali. Namun ketika hanya sebatas dimintai pertanggungjawaban kalapas yang dikorbankan. "Jangan terus berada di zona nyaman, jadi betul-betul mereka harus dimintai pertanggungjawaban atas kejadian ini agar tak lagi terulang," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :