Kendalikan Dulu Pandemi COVID-19, Baru Stimulus Ekonomi Bisa Berjalan
Selasa, 29 September 2020 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
“Kita akan kehilangan kesempatan lagi,” jelas alumnus Ilmu Ekonomi FEB UGM angkatan 1983 tersebut.
Hendri yakin akan ada banyak kesempatan bagi Indonesia untuk meraih market baru pada 2021 nanti, khususnya untuk produk-produk pertanian. Tidak hanya ke lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia selama ini.
Negara tujuan utama ekspor selama ini yakni Tiongkok, AS, Jepang, India, dan Korea Selatan. Lantas, bagaimana Indonesia bisa mulai memulihkan ekonomi? Menurut Hendri, Indonesia tidak perlu melihat negara lain yang perlu upaya penumbuhan ekonomi mendalam dan sangat ketat.
Karena tiap negara punya struktur ekonomi yang beragam. Sebagai contoh, Singapura tidak punya ruang bergerak ketika kegiatan ekonomi dihentikan. Pasalnya, mereka tidak punya market yang cukup mengingat jumlah penduduknya hanya tiga juta jiwa.
“Indonesia dengan 267 juta jiwa orang, masih punya ruang untuk kita maksimalkan. Yakni market (pasar) di dalam negeri,” tutur Hendri.
“Walaupun global seolah berhenti untuk melakukan perdagangan internasional,” terangnya.
Sifat ekonomi tradisional yang dimiliki Indonesia juga menjadi keuntungan lain. Dalam catatan Hendri, 57 persen PDB Indonesia bersumber dari konsumsi rumah tangga.
Hendri yakin akan ada banyak kesempatan bagi Indonesia untuk meraih market baru pada 2021 nanti, khususnya untuk produk-produk pertanian. Tidak hanya ke lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor Indonesia selama ini.
Negara tujuan utama ekspor selama ini yakni Tiongkok, AS, Jepang, India, dan Korea Selatan. Lantas, bagaimana Indonesia bisa mulai memulihkan ekonomi? Menurut Hendri, Indonesia tidak perlu melihat negara lain yang perlu upaya penumbuhan ekonomi mendalam dan sangat ketat.
Karena tiap negara punya struktur ekonomi yang beragam. Sebagai contoh, Singapura tidak punya ruang bergerak ketika kegiatan ekonomi dihentikan. Pasalnya, mereka tidak punya market yang cukup mengingat jumlah penduduknya hanya tiga juta jiwa.
“Indonesia dengan 267 juta jiwa orang, masih punya ruang untuk kita maksimalkan. Yakni market (pasar) di dalam negeri,” tutur Hendri.
“Walaupun global seolah berhenti untuk melakukan perdagangan internasional,” terangnya.
Sifat ekonomi tradisional yang dimiliki Indonesia juga menjadi keuntungan lain. Dalam catatan Hendri, 57 persen PDB Indonesia bersumber dari konsumsi rumah tangga.
Lihat Juga :