Selama PSBB Jabar, Penjagaan Perbatasan Antarkota Kabupaten Diperketat
Selasa, 05 Mei 2020 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil mengemukakan, pada Rabu (6/5/2020) semua kota/kabupaten menerapkan PSBB. Berdasarkan evaluasi PSBB Bandung Raya plus Sumedang yang berakhir hari ini, dan PSBB Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), memberikan hasil yang sangat positif.
Bodebek yang penularan COVID-19 paling cepat, sekarang paling rendah. Sebaliknya, kasus orang positif tertular di kota/kabupaten yang tak menerapkan PSBB, dari rendah menjadi tinggi.
"Kalau barengan (bersamaan), harapannya 14 hari menjelang lebaran dengan ketegasan dari tim Gugus Tugas TNI Polri, larangan mudik tegas, ditambah pengetesan masalah, 40 ribu dihabiskan dua minggu, harusnya jelang lebaran, peta bisa lebih clear, mungkin nanti boleh ada ibadah berjarak, selama bukti ilmiah 14 hari ini berhasil," tutur Kang Emil.
Untuk saat ini, ungkap Gubernur, mudik dan aktivitas salat berjamaah di masjid, belum bisa dilakukan. Sebab, belum ada hasil ilmiah dari PSBB yang memastikan telah benar-benar aman. PSBB memang berhasil namun hanya menurunkan jumlah kasus.
"Kalau sekarang gak bisa. PSBB belum, tes masal belum. Jadi diizinkan pakai feeling (perasaan) itu gak bisa. Kalau sudah 14 hari (setelah PSBB dilaksanakan) jelas. relaksasi sesuai arahan Presiden bisa kami berikan," ungkap Gubernur.
Bodebek yang penularan COVID-19 paling cepat, sekarang paling rendah. Sebaliknya, kasus orang positif tertular di kota/kabupaten yang tak menerapkan PSBB, dari rendah menjadi tinggi.
"Kalau barengan (bersamaan), harapannya 14 hari menjelang lebaran dengan ketegasan dari tim Gugus Tugas TNI Polri, larangan mudik tegas, ditambah pengetesan masalah, 40 ribu dihabiskan dua minggu, harusnya jelang lebaran, peta bisa lebih clear, mungkin nanti boleh ada ibadah berjarak, selama bukti ilmiah 14 hari ini berhasil," tutur Kang Emil.
Untuk saat ini, ungkap Gubernur, mudik dan aktivitas salat berjamaah di masjid, belum bisa dilakukan. Sebab, belum ada hasil ilmiah dari PSBB yang memastikan telah benar-benar aman. PSBB memang berhasil namun hanya menurunkan jumlah kasus.
"Kalau sekarang gak bisa. PSBB belum, tes masal belum. Jadi diizinkan pakai feeling (perasaan) itu gak bisa. Kalau sudah 14 hari (setelah PSBB dilaksanakan) jelas. relaksasi sesuai arahan Presiden bisa kami berikan," ungkap Gubernur.
Lihat Juga :