Polisi Dalami Laporan Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Korban VC Cabul
Senin, 28 September 2020 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
"Yang Fh kan itu pelapor utama, masih kita kumpulkan keterangan, bukti-bukti dan sarana yang digunakan. Informasi yang kami terima ada 12 mahasiswi yang jadi korban. Makanya kita periksa saksi-saksi dulu. Belum (penyelidikan) masih kumpulkan bahan data keterangan," jelas dia.
Terpisah Direktur LBH APIK Sulsel, Rosmiati Sain meminta kepolisian untuk segera merampungkan proses awal dari pengaduan yang diterima, lalu membuat laporan polisi (LP) sehingga bisa melegitimasi proses perkara lebih lanjut.
"Kan baru aduan belum ada nomor perkaranya, tapi dari LBH APIK mendorong supaya ini di-LPkan, kalau sudah bentuk LP artinya sudah resmi diproses di kepolisian karena sudah cukup bukti dan saksi yang mendukung," ucap Rosmiati ditemui di ruang kerjanya.
Dia menyebutkan, dari belasan korban yang menjadi korban umumnya setelah diteror VC cabul, langsung menghapus pesan dari terduga pelaku, padahal seharusnya itu bisa jadi barang bukti. Terlebih beberapa korban ada yang sudah berkali-kali diteror.
Rosmiati menduga, pelaku masih berhubungan dekat dengan para korban, mengingat semua korban berasal dari satu jurusan yang sama di salah satu fakultas di UIN Alauddin. Teror berulang dialami sedikitnya empat orang korban pada tanggal 23 Juli dan 18 September 2020.
"Makanya perlu polisi mengetahui siapa orang terdekat dari korban, siapa-siapa yang sudah berinteraksi dengan korban. Artinya sudah bisa dari kepolisian melacak pelaku, karena pelaku tersebut diduga sudah mengetahui betul nomor handphone korban," tuturnya.
Terpisah Direktur LBH APIK Sulsel, Rosmiati Sain meminta kepolisian untuk segera merampungkan proses awal dari pengaduan yang diterima, lalu membuat laporan polisi (LP) sehingga bisa melegitimasi proses perkara lebih lanjut.
"Kan baru aduan belum ada nomor perkaranya, tapi dari LBH APIK mendorong supaya ini di-LPkan, kalau sudah bentuk LP artinya sudah resmi diproses di kepolisian karena sudah cukup bukti dan saksi yang mendukung," ucap Rosmiati ditemui di ruang kerjanya.
Dia menyebutkan, dari belasan korban yang menjadi korban umumnya setelah diteror VC cabul, langsung menghapus pesan dari terduga pelaku, padahal seharusnya itu bisa jadi barang bukti. Terlebih beberapa korban ada yang sudah berkali-kali diteror.
Rosmiati menduga, pelaku masih berhubungan dekat dengan para korban, mengingat semua korban berasal dari satu jurusan yang sama di salah satu fakultas di UIN Alauddin. Teror berulang dialami sedikitnya empat orang korban pada tanggal 23 Juli dan 18 September 2020.
"Makanya perlu polisi mengetahui siapa orang terdekat dari korban, siapa-siapa yang sudah berinteraksi dengan korban. Artinya sudah bisa dari kepolisian melacak pelaku, karena pelaku tersebut diduga sudah mengetahui betul nomor handphone korban," tuturnya.
Lihat Juga :