Soroti Politik Uang, AGPAII Sulut dan Bee Institut Edukasi Pemilih Pemula
Minggu, 27 September 2020 - 12:43 WIB
loading...
Pengurus menyerahkan SK DPW AGPAII SULUT usai berdiskusi dengan Direktur Bee Institut Sulaiman Mappiase, Ph.D.foto/ist
A
A
A
MANADO - Pengurus DPW Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sulawesi Utara bersama Bee Institut meminta agar kepedulian terhadap nasib dan masa depan bangsa mendapatkan perhatian penuh dari semua pihak. Pasalnya, generasi muda sebagai aset penerus estafet pembangunan negara ini mesti dipersiapkan dengan baik dari sisi mental dan spiritual.
Ketua AGPAII Sulut Supriadi menyoroti tentang praktik-praktik politik uang yang biasanya marak jelang pemilu atau pilkada. Apalagi 2020 adalah tahun Pilkada serentak di 270 provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia. (Baca: PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut)
“Tak bisa dipungkiri bahwa sedikit banyak pasti akan memengaruhi pola perilaku generasi muda ke depan dalam kehidupan berpolitik bahkan bermasyarakat,”ujarnya saat melakukan diskusi kecil dengan Direktur Bee Institut, Sulaiman Mappiase di kediamannya Perumahan Viola Maumbi Minahasa Utara, Sabtu (26/9/2020).
Kata Supriadi, sebagai asosiasi yang mewadahi seluruh guru Pendidikan Agama Islam, AGPAII perlu melihat hal ini dari kacamata agama dan pendidikan. Tentu karena agama merupakan modal besar pembangunan karakter bangsa ini. Namun sayangnya, peran tokoh dan lembaga agama dalam memerangi politik uang masih kurang terlihat nyata.
“Kita sangat cemas, jangan-jangan agama, fondasi moral kita, juga telah dibungkam oleh mereka yang ingin praktik politik haram ini tetap bertahan” ungkap Supriadi yang juga alumni pesantren LPI-PKP Manado.
Ketua AGPAII Sulut Supriadi menyoroti tentang praktik-praktik politik uang yang biasanya marak jelang pemilu atau pilkada. Apalagi 2020 adalah tahun Pilkada serentak di 270 provinsi/kabupaten/kota se-Indonesia. (Baca: PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut)
“Tak bisa dipungkiri bahwa sedikit banyak pasti akan memengaruhi pola perilaku generasi muda ke depan dalam kehidupan berpolitik bahkan bermasyarakat,”ujarnya saat melakukan diskusi kecil dengan Direktur Bee Institut, Sulaiman Mappiase di kediamannya Perumahan Viola Maumbi Minahasa Utara, Sabtu (26/9/2020).
Kata Supriadi, sebagai asosiasi yang mewadahi seluruh guru Pendidikan Agama Islam, AGPAII perlu melihat hal ini dari kacamata agama dan pendidikan. Tentu karena agama merupakan modal besar pembangunan karakter bangsa ini. Namun sayangnya, peran tokoh dan lembaga agama dalam memerangi politik uang masih kurang terlihat nyata.
“Kita sangat cemas, jangan-jangan agama, fondasi moral kita, juga telah dibungkam oleh mereka yang ingin praktik politik haram ini tetap bertahan” ungkap Supriadi yang juga alumni pesantren LPI-PKP Manado.
Lihat Juga :