Dapat Utang Rp1,8 T, Ridwan Kamil Fokus Bangun Infrastruktur
Jum'at, 25 September 2020 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
"Ini adalah inovasi pembiayaan pembangunan dari pemerintah pusat melalui pinjaman daerah yang tentunya sangat dibutuhkan untuk mengembalikan pemulihan ekonomi di Jabar," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2020). "Mudah-mudahan pinjaman daerah ini bisa dimaksimalkan di sisa waktu 3 bulan (2020) dengan cara-cara yang bermanfaat," tambahnya.
Kang Emil yakin, pinjaman daerah ini bisa meningkatkan belanja pemerintah di tengah lesunya ekspor dan daya beli masyarakat. "Pinjaman daerah ini juga berguna dalam memulihkan kembali belanja pemerintah. Mudah-mudahan belanja pemerintah menjadi satu-satunya api yang bisa menjaga nyalanya ekonomi Jabar," harapnya.
Adapun penggunaan dana pinjaman daerah senilai Rp1,812 triliun tersebut akan difokuskan untuk membiayai tujuh jenis kegiatan infrastruktur, yakni Infrastruktur jalan dengan nilai Rp463,558 miliar, infrastruktur pengairan Rp27,96 miliar, infrastruktur perumahan Rp200,55 miliar, infrastruktur perkotaan ruang terbuka publik Rp63,692 miliar, infrastruktur perkotaan bangunan publik Rp25,598 miliar, infrastruktur sosial pariwisata Rp15 miliar, dan infrastruktur sosial kesehatan Rp1,016 triliun.
Kang Emil menegaskan, pihaknya akan memantau langsung pengerjaan proyek-proyek infrastruktur tersebut, agar pinjaman daerah ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Jabar, seperti menghadirkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
"Maka dari itu, saya titip di-monitoring oleh Kepala Bappeda dan Sekda, agar pinjaman daerah pemulihan ekonomi ini bermanfaat untuk warga Jabar yang terjun langsung dalam proyek infrastruktur," tegasnya. (Baca: Ridwan Kamil Buka Jasa Endorse Produk UMKM se-Indonesia Gratis, Ini Syaratnya)
Kang Emil yakin, pinjaman daerah ini bisa meningkatkan belanja pemerintah di tengah lesunya ekspor dan daya beli masyarakat. "Pinjaman daerah ini juga berguna dalam memulihkan kembali belanja pemerintah. Mudah-mudahan belanja pemerintah menjadi satu-satunya api yang bisa menjaga nyalanya ekonomi Jabar," harapnya.
Adapun penggunaan dana pinjaman daerah senilai Rp1,812 triliun tersebut akan difokuskan untuk membiayai tujuh jenis kegiatan infrastruktur, yakni Infrastruktur jalan dengan nilai Rp463,558 miliar, infrastruktur pengairan Rp27,96 miliar, infrastruktur perumahan Rp200,55 miliar, infrastruktur perkotaan ruang terbuka publik Rp63,692 miliar, infrastruktur perkotaan bangunan publik Rp25,598 miliar, infrastruktur sosial pariwisata Rp15 miliar, dan infrastruktur sosial kesehatan Rp1,016 triliun.
Kang Emil menegaskan, pihaknya akan memantau langsung pengerjaan proyek-proyek infrastruktur tersebut, agar pinjaman daerah ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga Jabar, seperti menghadirkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.
"Maka dari itu, saya titip di-monitoring oleh Kepala Bappeda dan Sekda, agar pinjaman daerah pemulihan ekonomi ini bermanfaat untuk warga Jabar yang terjun langsung dalam proyek infrastruktur," tegasnya. (Baca: Ridwan Kamil Buka Jasa Endorse Produk UMKM se-Indonesia Gratis, Ini Syaratnya)
Lihat Juga :