Dapat Utang Rp1,8 T, Ridwan Kamil Fokus Bangun Infrastruktur
Jum'at, 25 September 2020 - 11:27 WIB
loading...
: Foto ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat menerima pinjaman daerah senilai Rp1,812 triliun dari PT Multi Sarana Infrastruktur (Persero) yang akan digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas infrastruktur di Provinsi Jabar.
Perjanjian pinjaman daerah antara Pemprov Jabar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) itu ditandatangani langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (24/9/2020). (Baca: Ini Lima Strategi Jabar Dalam Mengendalikan Pagebluk COVID-19)
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, penerimaan pembiayaan lewat Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tersebut bertujuan mendorong pembangunan perekonomian, khususnya terkait belanja modal pemerintah yang terdampak pandemi COVID-19.
Dana pinjaman senilai Rp1,812 triliun tersebut akan dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang bersifat pelayanan publik untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan prioritas penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, penggunaan bahan baku lokal, serta mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Tidak hanya itu , Kang Emil juga mengatakan bahwa pinjaman daerah ini sekaligus mengembalikan biaya program-program strategis yang terdampak refocusing akibat pandemi COVID-19, baik program Provinsi Jabar maupun 27 kabupaten/kota se-Jabar.
Perjanjian pinjaman daerah antara Pemprov Jabar dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) itu ditandatangani langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Kamis (24/9/2020). (Baca: Ini Lima Strategi Jabar Dalam Mengendalikan Pagebluk COVID-19)
Menurut Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, penerimaan pembiayaan lewat Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Daerah tersebut bertujuan mendorong pembangunan perekonomian, khususnya terkait belanja modal pemerintah yang terdampak pandemi COVID-19.
Dana pinjaman senilai Rp1,812 triliun tersebut akan dialokasikan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang bersifat pelayanan publik untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan prioritas penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja, penggunaan bahan baku lokal, serta mendatangkan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Tidak hanya itu , Kang Emil juga mengatakan bahwa pinjaman daerah ini sekaligus mengembalikan biaya program-program strategis yang terdampak refocusing akibat pandemi COVID-19, baik program Provinsi Jabar maupun 27 kabupaten/kota se-Jabar.
Lihat Juga :