RSUD Kembangan Dapat Bantuan Alat Disinfektan Berteknologi Korea

Kamis, 24 September 2020 - 21:45 WIB
loading...
RSUD Kembangan Dapat...
RSUD Kembangan, Jakarta Barat mendapatkan lima alat disinfektan berteknologi Korea.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A A A
JAKARTA - Lima alat penyemprot disinfektan kini terpasang di RSUD Kembangan , Jakarta Barat, Kamis (24/9/2020). Alat yang berasal dari Korea itu mampu menekan anggaran pembelian disinfektan rumah sakit.

Terlebih selama ini, banyak disinfektan mencampurkan dengan alkohol, bila terus menerus akan membuat iritasi pada kulit. Kasie Pelayanan Media RSUD Kembangan, dr Asih Permatasari mengatakan, selama penerapan PSBB di Jakarta saat pandemik Covid-19 , pembelian disinfektan menjadi salah satu yang paling sering dilakukan.

“Kalau produk yang kita dapat ini bikinnya cukup mudah, hanya air dan garam dikit, tunggu beberapa menit. Nah kalau buat sendiri cukup ribet juga kan, kalau ini hanya dengan air keran,” katanya saat mempraktikan alat disinfektan ini. (Baca: Jika Dilonggarkan, Positif Covid-19 di DKI Bisa Tembus 2.000 Kasus Setiap Hari)

Lima alat yang dimiliki RSUD Kembangan Jakarta Barat merupakan alat disinfektan impor dari Korea. RSUD Kembangan sangat beruntung mendapatkan alat ini secara gratis setelah distributornya, PT HOCL memberikannya cuma-cuma.

Rencananya alat ini akan digunakan begitu ada pasien ODP, PDP, bahkan suspect yang berobat maupun jalani perawatan di RSUD Kembangan. Usai mereka tak dirawat, tempat tidur, ruang perawatan akan langsung disinfektan menggunakan alat ini.

Alat berukuran sebesar teko ini sangat simpel digunakan dan mudah dibawah karena portabel. Untuk menggunakannya, hanya membutuhkan 280 ml air keran lalu mencampurkannya dengan garam 0,3 gram. Dari situ, setelah tombol otomatis terpencet, proses perubahan air keran bergaram menjadi asam hiploklorit.

Untuk menguji kandungan asamnya, air disinfektan kemudian disemprotkan ke sebuah kertas, kian lama warna semakin ungu menandakan kandungan asam hiploklorit ada, semakin ungu warnanya semakin tinggi asam itu, virus dan bakteri akan cepat mati. Sementara saat dilakukan di air keran diujicobakan. Kertas sampel itu tak kunjung berubah warna. Dengan kata lain kandungan asam tak ada.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinkes DKI Jakarta Laporkan...
Dinkes DKI Jakarta Laporkan 2 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia
Dibekali Fitur Canggih,...
Dibekali Fitur Canggih, Robot Ikut Karnaval HUT ke-78 RI di Surabaya
Pastikan Daging Sapi...
Pastikan Daging Sapi Aman Dikonsumsi, BPBD Jatim Galakkan Penyemprotan Disinfektan
Rekomendasi
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
Berita Terkini
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
Prabowo Tinjau SRMP...
Prabowo Tinjau SRMP 17 Tabanan, Disambut Yel-yel hingga Tari Kecak dari Siswa
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved