Langit Biru, Bukan Mimpi di Rumah Kaca

Kamis, 24 September 2020 - 13:44 WIB
loading...
A A A
Euro IV mengatur kandungan nitrogen oksida pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km. Sedangkan untuk mesin diesel 250 mg/km dan 25 mg/km untuk diesel particulate matter. Level Standar Euro mengatur batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatile hydrocarbon, dan partikel lain dari knalpot kendaraan.

Penerapan Standar Emisi Euro IV di Indonesia diharapkan dapat mengurangi efek rumah kaca hingga 23%. Kendati begitu, kata dia, perlu proses untuk merealisasikannya karena mempertimbangkan daya beli masyarakat. (Baca: Lebih Murah dari Pertamini, 30 SPBU Mini Pertamina Kini Hadir di Jawa Barat)

"Jadi sebenarnya rencana penghapusan Pertalite dan Premium adalah amanat pemerintah yang diwacanakan sejak lama. Bukan dorongan dari pihak manapun. Karena regulasi pemerintah tentang standar emisi kendaraan ramah lingkungan sudah ada, tinggal direalisasikan saja," beber dia.

Menurut Komaidi, perlu upaya terintegrasi melibatkan semua pihak merealisasikan BBM ramah lingkungan di Indonesia. Salah satunya mesti ada aturan yang mengatur agar Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) tidak lagi memproduksi kendaraan bermesin Standar Emisi Euro II.

"Memang tidak mudah, karena mobil di Indonesia masih banyak berstandar Euro II. Jadi memang harus ada upaya terintegrasi. Tidak hanya BBM-nya saja yang mesti ditingkatkan kualitasnya, tetapi juga otomotifnya juga harus bergerak ke sana," jelas dia.

Dia menjelaskan, Indonesia dengan BUMN migas PT Pertamina (Persero) telah mampu memproduksi BBM di atas RON 92. Kilang Cilacap bahkan mampu memproduksi BBM dengan kadar RON 98. Volume produksi kilang minyak Cilacap juga mampu menghasilkan 33,4% dari kapasitas kilang minyak nasional.

Sementara selama ini, untuk memenuhi kebutuhan BBM dengan kadar RON di bawah 90 seperti Premium, Indonesia mesti melakukan importasi. Impor dilakukan karena hanya sedikit negara yang mampu memproduksi BBM RON rendah. Kondisi itu menyebabkan keuangan negara terbebani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Oktober 2019, impor hasil minyak termasuk Premium, tercatat mencapai US$11,195 miliar atau sekitar Rp156,7 triliun. Impor BBM bahkan mendominasi dari nilai total impor migas Indonesia sebesar USD17,617 miliar atau setara Rp246,6 triliun.

Tingginya impor migas sempat membuat defisit neraca perdagangan pada periode tersebut. Belum lagi volume konsumsi BBM bersubsidi jenis Premium di Indonesia cukup tinggi, mencapai 5,87 juta kilo liter (KL) sepanjang semester 1/2019 dari total kuota 11 juta KL untuk periode 2019 lalu.

"Makanya, kita mesti mendorong agar masyarakat mau menggunakan produksi minyak kita sendiri, karena kita sudah mampu bikin BBM ramah lingkungan. Jangan BBM dengan RON rendah kita impor, sementara RON tinggi dijual ke negara lain," jelas dia.

Kekhawatiran banyak pihak akan kemampuan daya beli masyarakat, kata dia, bisa diatasi dengan mengalihkan subsidi Premium ke bahan bakar dengan kadar RON tinggi seperti Pertamax. Walaupun, kata dia, harga jual Pertamax nantinya tidak akan semurah jenis Premium.

"Subsidi bahan bakar minyak sangat mungkin dialihkan dari Premium ke Pertamax . Tapi memang itu butuh komitmen semua pihak, baik masyarakat dan Pemerintah. Kalau Pertamina hanya pelaksana di lapangan, mengikuti keputusan pemangku kebijakan," tutup dia.

Ketua Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Chapter Bandung Miftah Zaelani menambahkan, selisih harga Rp1.000 atau 2.000 antara BBM RON tinggi dan rendah tidak menjadi persoalan bagi pengendara motor dengan volume mesin besar. Sepeda motor seperti PCX, membutuhkan RON tinggi, agar pembakaran sempurna.

Selisih harga, kata dia, juga tidak menjadi persoalan ketimbang di kemudian hari harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan mesin. Selain itu, kendaraan dengan volume mesin di atas 150 cc akan mengeluarkan gas karbon dalam jumlah besar.

Dia menganjurkan agar menggunakan BBM ramah lingkungan. "Kita berkendara memang mestinya sambil menjaga alam agar lingkungan kita tetap bersih dan sehat," imbuh dia.


(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Dikejar dan...
Perempuan Dikejar dan Diduga Dianiaya saat Akan Bersaksi di Persidangan
Temui Konstituen, Misbakhun...
Temui Konstituen, Misbakhun Beber Upaya Prabowo dan Bahlil Pertahankan BBM Bersubsidi
Dukung Pemerintah Hemat...
Dukung Pemerintah Hemat Energi, Rodalink Ajak Masyarakat Bandung Bersepeda
65 SPBU Terlibat Penyalahgunaan...
65 SPBU Terlibat Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Begini Modusnya
DPRD DKI: Kebijakan...
DPRD DKI: Kebijakan Prabowo Tak Naikkan Harga BBM Beri Ketenangan bagi Masyarakat
Pasokan BBM Aman selama...
Pasokan BBM Aman selama Mudik Lebaran, Pemerintah Dinilai Berhasil Jaga Stabilitas
Mitigasi Risiko Operasional,...
Mitigasi Risiko Operasional, Pertamina Retail Gelar Simulasi PKD di SPBU Malang
Harga BBM di India Melonjak...
Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari
Bahlil Jamin Tak Ada...
Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM
Rekomendasi
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Berita Terkini
Pramono Yakin CFD Rasuna...
Pramono Yakin CFD Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta, Dilirik Wisatawan Mancanegara
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Dokter Gigi Asal Vietnam...
Dokter Gigi Asal Vietnam Buka Praktik di Ciputat Pakai Izin Tinggal Kunjungan, Endingnya Dideportasi
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved