Khofifah Salurkan Beasiswa Senilai Rp11,3 Miliar Bagi 850 Guru Madin
Kamis, 24 September 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
"Pandemi COVID-19 membuat banyak agenda dilakukan secara virtual yang memaksa kita memasuki era 4.0. Tapi kita tidak boleh dikendalikan oleh digitalisasi. Kitalah yang mengendalikan sistem informasi dan komunikasi agar sistem berjalan dengan tatanan norma dan nilai," tandas Khofifah.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim, Dr. Hudiyono menjelaskan, 870 guru diniyah telah mendaftar beasiswa Strata Satu maupun Strata Dua. Namun, pada akhirnya setelah dilakukan seleksi ada 850 orang yang berhasil mendapat beasiswa tersebut.
“Sesuai seleksi yang cukup ketat, tahun 2020 ini, sebagian besar dari jumlah beasiswa yang diberikan adalah untuk guru diniyah yang akan melanjutkan ke Strata Dua (S2),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengambangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jatim, A. Hamid Syarif mengungkapkan, sebenarnya ada program beasiswa guru diniyah yang dikonversi ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Namun, karena pandemi COVID-19, sehingga program tersebut harus ditunda.
Diakui Hamid, sedianya program konversi pendidikan guru Diniyah ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini merupakan program tahun 2020. "Kita sudah melakukan tes awal sebanyak 195. Karena ada COVID-19, kita tunda ke 2021," ujarnya
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Pemprov Jatim, Dr. Hudiyono menjelaskan, 870 guru diniyah telah mendaftar beasiswa Strata Satu maupun Strata Dua. Namun, pada akhirnya setelah dilakukan seleksi ada 850 orang yang berhasil mendapat beasiswa tersebut.
“Sesuai seleksi yang cukup ketat, tahun 2020 ini, sebagian besar dari jumlah beasiswa yang diberikan adalah untuk guru diniyah yang akan melanjutkan ke Strata Dua (S2),” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengambangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Jatim, A. Hamid Syarif mengungkapkan, sebenarnya ada program beasiswa guru diniyah yang dikonversi ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Namun, karena pandemi COVID-19, sehingga program tersebut harus ditunda.
Diakui Hamid, sedianya program konversi pendidikan guru Diniyah ke Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini merupakan program tahun 2020. "Kita sudah melakukan tes awal sebanyak 195. Karena ada COVID-19, kita tunda ke 2021," ujarnya
(msd)
Lihat Juga :