PBB Tersisa Rp24 Miliar, Jatuh Tempo 30 September 2020
Kamis, 24 September 2020 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Dengan realisasi penerimaan yang terus mengalami peningkatan. Adriyanto optomistis target PBB Rp134 miliar bisa terealisasi sampai batas jatuh tempo 30 September mendatang. "Semoga bisa capai target sampai batas waktu jatuh tempo. Apalagi penerimaan kita sepekan kemarin itu kita bisa dapat Rp15 miliar," tuturnya.
Menurut Adriyanto, potensi pendatapan PBB cukup besar. Apalagi, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB mengalami peningkatan tahun ini. Sehingga berdampak pada kenaikan nilai pokok PBB objek pajak. "Kenaikan pokok PBB -nya itu sampai 300%. Jadi memang sumber pendapatan kita dari situ cukup besar. Inipun dari 340 ribu objek pajak baru setengah yang bayar pajak," terangnya.
Sekretaris Bapenda Kota Makassar, Ibrahim Akkas Mula mengatakan realisasi penerimaan PBB cukup mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi di tengah pandemi seperti ini, PBB salah satu jenis pajak yang tak berdampak.
" PBB ini cukup membantu kita meningkatkan PAD. Jadi kita sangat terbantu. Beda dengan hotel dan hiburan itu sulit kita berharap karena paling terdampak pandemi," papar Ibrahim. Baca Lagi : Pemkot Siapkan Rp20 Miliar untuk Revitalisasi Pantai Losari
Melihat pergerakan ekonomi mulai bergejolak, target PAD di Perubahan APBD 2020 pun ikut ditingkatkan. Kanaikannya Rp129 miliar dari target awal Rp900 juta akibat refokusing. "Target kita sekarang kan cuma Rp900 juta akibat refokusing karena pandemi, nah di perubahan kita tambahkan Rp129 miliar. Jadi proyeksi PAD kita Rp1,19 miliar " tutupnya.
Menurut Adriyanto, potensi pendatapan PBB cukup besar. Apalagi, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB mengalami peningkatan tahun ini. Sehingga berdampak pada kenaikan nilai pokok PBB objek pajak. "Kenaikan pokok PBB -nya itu sampai 300%. Jadi memang sumber pendapatan kita dari situ cukup besar. Inipun dari 340 ribu objek pajak baru setengah yang bayar pajak," terangnya.
Sekretaris Bapenda Kota Makassar, Ibrahim Akkas Mula mengatakan realisasi penerimaan PBB cukup mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi di tengah pandemi seperti ini, PBB salah satu jenis pajak yang tak berdampak.
" PBB ini cukup membantu kita meningkatkan PAD. Jadi kita sangat terbantu. Beda dengan hotel dan hiburan itu sulit kita berharap karena paling terdampak pandemi," papar Ibrahim. Baca Lagi : Pemkot Siapkan Rp20 Miliar untuk Revitalisasi Pantai Losari
Melihat pergerakan ekonomi mulai bergejolak, target PAD di Perubahan APBD 2020 pun ikut ditingkatkan. Kanaikannya Rp129 miliar dari target awal Rp900 juta akibat refokusing. "Target kita sekarang kan cuma Rp900 juta akibat refokusing karena pandemi, nah di perubahan kita tambahkan Rp129 miliar. Jadi proyeksi PAD kita Rp1,19 miliar " tutupnya.
(sri)
Lihat Juga :