Kriminal, Gojek Ogah Buka Akun 17 Driver Online

Rabu, 23 September 2020 - 16:55 WIB
loading...
Kriminal, Gojek Ogah...
Puluhan pengemudi taksi online menggelar aksi mogok makan di depan kantor PT Gojek Indonesia (GI) Perwakilan Semarang di Jalan Jenderal Sudirman Semarang. Foto SINDOnews
A A A
SEMARANG - Puluhan pengemudi taksi online menggelar aksi mogok makan di depan kantor PT Gojek Indonesia (GI) Perwakilan Semarang di Jalan Jenderal Sudirman Semarang. Mereka menuntut akun 17 pengemudi taksi online yang di-suspend dibuka kembali agar bisa bekerja.

“ADO (Asosiasi Driver Online) Semarang 100% mendukung verifikasi muka (vermuk). Bahkan dari awal sebelum resmi diberlakukan oleh pihak Gojek, ADO sudah meminta agar pihak GI melaksanakan vermuk," kata juru bicara ADO Semarang, Astrid Jovanka, Rabu (23/9/2020). (Baca: Penjelasan Manajemen Gojek Terkait Demo Driver Gocar di Kantor Gubernur Jateng)

"Salah satu alasannya karena kita telah mendukung program pemerintah lewat Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 118 Tahun 2018. Peraturan ini mewajibkan semua driver memproses izin Angkutan Sewa Khusus (ASK) dan akun asli. Oleh sebab itu, pada saat akun-akun joki telah di-suspend oleh pihak GI, kami meminta akun asli kami juga dihidupkan kembali," tambahnya.

Pihaknya pun mengaku telah berulangkali melakukan pertemuan dengan manajemen PT GI, untuk membuka akun 17 pengemudi taksi online yang masih ter-suspend. Namun, hingga kini akun-akun itu masih belum bisa digunakan kembali.

"Berkali-kali kami menghadap pihak GI untuk mengaktifkan akun-akun tersebut, namun hasilnya belum semua akun yang terealisasi. Janji-jani pihak GI selalu berakhir tidak sesuai harapan. Oleh karena itu, kami melaksanakan aksi kali ini," lugasnya.

Seorang pengemudi taksi online yang akunnya masih ter-suspend, Satria Bayu, mengatakan, belum mengetahui pasti jenis pelanggaran yang dilakukan hingga akunnya dibekukan. Menurutnya, catatan pelanggaran mestumi disampaikan ke mitra agar bisa memahami ketika dikenakan sanksi.

"Kalau memang ada pelanggaran kita dikasih tahu, misalnya sampai ke kriminal. Mestinya ditunjukkan, bahkan misalnya sampai mengambil handphone konsumen, kita diberi tahu catatannya. Tapi ini enggak ada," terangnya.

Aksi driver taksi online itu hanya bisa dilakukan di luar pagar kantor PT GI. Mereka membuat tenda kecil di atas trotoar sebagai tempat berteduh dari teriknya matahari. Sementara pintu gerbang kantor tampak tertutup rapat.

Sementara itu, Head Regional Corporate Affairs Gojek Jabar, Jateng & DIY, Arum Prasodjo, menyampaikan, untuk melindungi keamanan akun mitra dan menjaga kepercayaan pelanggan, Gojek mewajibkan mitra untuk menggunakan akun sendiri. (Baca: Ratusan Driver Gocar Demo Kantor Gubernur Jateng)

Penggunaan akun milik orang lain (akun joki) tidak diperbolehkan dan merupakan pelanggaran sehingga akun tersebut akan dinonaktifkan. "Akan tetapi, Gojek juga memahami ada mitra-mitra yang aktif, memiliki kinerja yang baik dan menjadikan Gojek sebagai pekerjaan utama, namun sayangnya tidak menggunakan akun miliknya sendiri," ujar Arum.

PT GI pun meluncurkan fitur verifikasi muka bagi seluruh mitra driver. Dengan fitur itu Gojek menjalankan evaluasi akun joki. Program ini memberikan kesempatan bagi semua mitra yang menggunakan akun bukan atas nama sendiri namun aktif beroperasi, akan diberikan satu kali kesempatan untuk dievaluasi akunnya.

Apabila lolos evaluasi, mitra akan diberikan akun miliknya sendiri dan akun sebelumnya tersebut akan dinonaktifkan. "Proses evaluasi diukur dari penilaian terhadap kinerja akun tersebut serta ada tidaknya pelanggaran berat seperti order fiktif, memakai aplikasi terlarang, menyelesaikan order tanpa mengantar, melakukan pelecehan terhadap pelanggan, dan pelanggaran berat lainnya," jelas dia.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
SMAN 4 Semarang Juara...
SMAN 4 Semarang Juara Umum Festival Internasional di Thailand
SMAN 4 Semarang Wakili...
SMAN 4 Semarang Wakili Indonesia di Festival Seni Internasional Thailand
Lalin Normal, One Way...
Lalin Normal, One Way Lokal di Jalan Tol Semarang Dihentikan
Pesan Prabowo ke Siswa...
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Anak Indonesia Tak Boleh Kalah dari Negara Lain
Siaga Kemarau, Pemkot...
Siaga Kemarau, Pemkot Semarang Perkuat Keamanan TPA Jatibarang
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Rekomendasi
Paula Verhoeven Mohon...
Paula Verhoeven Mohon Doa untuk Kiano yang Tengah Dirawat di RS
Ruben Onsu Buka Peluang...
Ruben Onsu Buka Peluang Mediasi dengan Sarwendah di Luar Pengadilan, Demi Anak
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved