Kisah Mistis Penggali Makam COVID-19, Diikuti Sosok Perempuan Tua Bawa Linggis
Rabu, 23 September 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Menyaksikan penampakan tak biasa di keheningan malam, bulu kuduk Aldi tiba-tiba meremang. Dia pun sempat berucap ayat-ayat suci di dalam hati. Beberapa saat, sosok perempuan tua itu hanya terdiam tanpa bergerak di depan rumah dengan wajah menatap ke bagian sisi lain.
"Dia diem aja di depan rumah, cuma memang wajahnya nggak ngadep langsung ke saya, ngadep ke arah samping. Saya baca-baca (ayat suci) juga. Nggak lama hilang sendiri. Itu anehnya kayak semacam ngasih tanda, soalnya perempuan itu bawa linggis yang memang saya pakai buat bantu penggalian makam juga," imbuhnya.
Dia melanjutkan, kejadian mistis itu terjadi saat awal-awal dia mulai memakamkan jenazah pasien COVID-19. Selanjutnya sudah tak pernah mengalami kejadian serupa. Aldi pun memang tak merasa was-was dengan aktivitas di area pemakaman, meski buah hatinya di rumah baru berusia sekira 2 bulan.
"Memang orang-orang tua bilangnya kalau ada bayi wanginya ngundang makhluk yang begituan. Tapi karena memang kerjaan saya di makam, mau cari kerja tempat lain juga belum tentu ada apalagi musim (pandemi) begini. Yang penting sebelum masuk rumah, saya dah bersih-bersih aja," ucapnya.
Dia menambahkan, proses memakamkan jenazah pasien COVID-19 harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Misalnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, dari masker, hazmat, sarung tangan, hingga sepatu. (Baca juga; Akhirnya, Insentif Penggali Kubur COVID-19 di Kota Bekasi Bakal Cair )
"Dia diem aja di depan rumah, cuma memang wajahnya nggak ngadep langsung ke saya, ngadep ke arah samping. Saya baca-baca (ayat suci) juga. Nggak lama hilang sendiri. Itu anehnya kayak semacam ngasih tanda, soalnya perempuan itu bawa linggis yang memang saya pakai buat bantu penggalian makam juga," imbuhnya.
Dia melanjutkan, kejadian mistis itu terjadi saat awal-awal dia mulai memakamkan jenazah pasien COVID-19. Selanjutnya sudah tak pernah mengalami kejadian serupa. Aldi pun memang tak merasa was-was dengan aktivitas di area pemakaman, meski buah hatinya di rumah baru berusia sekira 2 bulan.
"Memang orang-orang tua bilangnya kalau ada bayi wanginya ngundang makhluk yang begituan. Tapi karena memang kerjaan saya di makam, mau cari kerja tempat lain juga belum tentu ada apalagi musim (pandemi) begini. Yang penting sebelum masuk rumah, saya dah bersih-bersih aja," ucapnya.
Dia menambahkan, proses memakamkan jenazah pasien COVID-19 harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Misalnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, dari masker, hazmat, sarung tangan, hingga sepatu. (Baca juga; Akhirnya, Insentif Penggali Kubur COVID-19 di Kota Bekasi Bakal Cair )
Lihat Juga :