FK Unair Baksos di Jombang, Fokus Tingkatkan Kesehatan Warga dan Lansia
Senin, 27 Juli 2026 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Yudha turut mengenalkan program inovatif kerelawanan di wilayahnya yang bernama Welas (Wonosalam Empati Lansia Disabilitas). Sebuah program kesehatan non-APBD yang didanai secara swadaya oleh ASN, TNI, Polri, dan donatur untuk membantu lansia serta penyandang disabilitas.
Ia berharap mahasiswa FK UNAIR dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program tersebut serta mahasiswa perguruan tinggi lain yang sedang melaksanakan KKN di Wonosalam. “Suatu kehormatan bagi kami, kurang lebih sekitar 450 anak memberikan bakti sosial di masyarakat kami, terutama di Desa Wonosalam. Semoga apa yang dilakukan empat hari ke depan bisa memberikan berkah dan bantuan, baik secara langsung maupun sumbangsih pemikiran kepada kami,” ungkapnya.
Dekan FK Unair Prof Eighty Mardiyan Kurniawati berterima kasih mendalam atas penerimaan hangat dari para pejabat dan masyarakat setempat kepada seluruh mahasiswa yang diterjunkan. Prof Eighty menekankan, seluruh peserta yang mengenakan rompi biru IMPULSE ini telah siap menjalankan berbagai layanan kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan tanggap bencana, pemeriksaan dan pengobatan gratis (medical check-up). Baca juga: Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Selain itu juga layanan screening katarak, konseling stunting, pemeriksaan kehamilan (ANC) risiko tinggi, screening anemia bagi wanita usia subur dan remaja, edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan NAPZA, hingga pencegahan infeksi cacing. “Adik-adik ini jumlahnya ada 451 yang tersebar di banyak desa dan mereka siap melakukan banyak kegiatan. Mahasiswa yang memakai rompi biru ini sepertinya sudah menyatu dan siap untuk mengabdi di Wonosalam,” tuturnya.
Prof. Eighty juga menyoroti potensi sinergi antara program Baksos IMPULSE FK UNAIR dengan program WELAS milik Kecamatan Wonosalam, khususnya pada layanan pemeriksaan mata dan katarak bagi lansia. “Besok akan kita datangkan ahlinya untuk pemeriksaan mata dan screening katarak. Ini bisa masuk dalam program WELAS yang disampaikan Bapak Camat tadi, karena biasanya katarak dialami oleh kaum lansia. Mudah-mudahan para lansia anggota WELAS juga dapat hadir memanfaatkan pelayanan ini,” tandasnya.
Ia berharap mahasiswa FK UNAIR dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program tersebut serta mahasiswa perguruan tinggi lain yang sedang melaksanakan KKN di Wonosalam. “Suatu kehormatan bagi kami, kurang lebih sekitar 450 anak memberikan bakti sosial di masyarakat kami, terutama di Desa Wonosalam. Semoga apa yang dilakukan empat hari ke depan bisa memberikan berkah dan bantuan, baik secara langsung maupun sumbangsih pemikiran kepada kami,” ungkapnya.
Dekan FK Unair Prof Eighty Mardiyan Kurniawati berterima kasih mendalam atas penerimaan hangat dari para pejabat dan masyarakat setempat kepada seluruh mahasiswa yang diterjunkan. Prof Eighty menekankan, seluruh peserta yang mengenakan rompi biru IMPULSE ini telah siap menjalankan berbagai layanan kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan tanggap bencana, pemeriksaan dan pengobatan gratis (medical check-up). Baca juga: Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Selain itu juga layanan screening katarak, konseling stunting, pemeriksaan kehamilan (ANC) risiko tinggi, screening anemia bagi wanita usia subur dan remaja, edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan NAPZA, hingga pencegahan infeksi cacing. “Adik-adik ini jumlahnya ada 451 yang tersebar di banyak desa dan mereka siap melakukan banyak kegiatan. Mahasiswa yang memakai rompi biru ini sepertinya sudah menyatu dan siap untuk mengabdi di Wonosalam,” tuturnya.
Prof. Eighty juga menyoroti potensi sinergi antara program Baksos IMPULSE FK UNAIR dengan program WELAS milik Kecamatan Wonosalam, khususnya pada layanan pemeriksaan mata dan katarak bagi lansia. “Besok akan kita datangkan ahlinya untuk pemeriksaan mata dan screening katarak. Ini bisa masuk dalam program WELAS yang disampaikan Bapak Camat tadi, karena biasanya katarak dialami oleh kaum lansia. Mudah-mudahan para lansia anggota WELAS juga dapat hadir memanfaatkan pelayanan ini,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :