FK Unair Baksos di Jombang, Fokus Tingkatkan Kesehatan Warga dan Lansia
Senin, 27 Juli 2026 - 13:25 WIB
loading...
FK Unair memulai kegiatan baksos IMPULSE 2026 di Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (25/7/2026). Baksos digelar di sejumlah desa mulai 25-28 Juli 2026. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JOMBANG - Sebanyak 451 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ) memulai kegiatan baksos Neuron’s Initiative for Medical Promotion, Upliftment, Literacy, Service, and Empowerment (IMPULSE) 2026. Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di tengah suasana terik di Lapangan Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini direncanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juli 2026 di berbagai desa di wilayah Kecamatan Wonosalam. Ketua Pelaksana IMPULSE 2026, M. Azalini Bara, berharap kegiatan baksos ini membawa manfaat nyata dan berjalan selaras dengan arahan pemerintah setempat.
“Kami berharap Baksos IMPULSE 2026 ini membawa manfaat nyata bagi warga. Kami juga memohon arahan dari bapak camat dan kepala desa agar seluruh program dapat berjalan optimal serta tepat sasaran,” katanya. Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Kepala Dusun (Kasun) Pucangrejo Desa Wonosalam, Ganda Firmanto, mewakili Pemerintah Desa Wonosalam, menyambut hangat keberadaan para mahasiswa. Pihaknya berharap baksos ini tidak hanya membawa dampak positif sesaat, tetapi berkelanjutan.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan selama di Desa Wonosalam bisa membawa dampak positif bagi warga desa dan seluruh masyarakat, begitu pula dengan pemerintah desa. Kami berharap kegiatan seperti ini nanti bisa berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.
Ganda juga mengajak mahasiswa untuk aktif berinteraksi dengan warga di rumah singgah masing-masing untuk saling berbagi edukasi mengenai pola hidup sehat . “Kami juga mohon arahan dari teman-teman agar kami bisa menjadikan tempat dan lingkungan kami sebagai tempat yang sehat. Nanti ketika di rumah singgah, bisa ikut berbicara dengan tuan rumahnya, diajak sharing tentang kesehatan dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.
Dukungan penuh turut disampaikan Camat Wonosalam, Yudha Asmara. Ia merasa terhormat atas kehadiran ratusan mahasiswa FK Unair di wilayahnya, terlebih Kecamatan Wonosalam memiliki indeks kerawanan bencana alam paling tinggi di Kabupaten Jombang, sehingga sektor kesehatan menjadi perhatian utama.
Yudha turut mengenalkan program inovatif kerelawanan di wilayahnya yang bernama Welas (Wonosalam Empati Lansia Disabilitas). Sebuah program kesehatan non-APBD yang didanai secara swadaya oleh ASN, TNI, Polri, dan donatur untuk membantu lansia serta penyandang disabilitas.
Ia berharap mahasiswa FK UNAIR dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program tersebut serta mahasiswa perguruan tinggi lain yang sedang melaksanakan KKN di Wonosalam. “Suatu kehormatan bagi kami, kurang lebih sekitar 450 anak memberikan bakti sosial di masyarakat kami, terutama di Desa Wonosalam. Semoga apa yang dilakukan empat hari ke depan bisa memberikan berkah dan bantuan, baik secara langsung maupun sumbangsih pemikiran kepada kami,” ungkapnya.
Dekan FK Unair Prof Eighty Mardiyan Kurniawati berterima kasih mendalam atas penerimaan hangat dari para pejabat dan masyarakat setempat kepada seluruh mahasiswa yang diterjunkan. Prof Eighty menekankan, seluruh peserta yang mengenakan rompi biru IMPULSE ini telah siap menjalankan berbagai layanan kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan tanggap bencana, pemeriksaan dan pengobatan gratis (medical check-up). Baca juga: Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Selain itu juga layanan screening katarak, konseling stunting, pemeriksaan kehamilan (ANC) risiko tinggi, screening anemia bagi wanita usia subur dan remaja, edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan NAPZA, hingga pencegahan infeksi cacing. “Adik-adik ini jumlahnya ada 451 yang tersebar di banyak desa dan mereka siap melakukan banyak kegiatan. Mahasiswa yang memakai rompi biru ini sepertinya sudah menyatu dan siap untuk mengabdi di Wonosalam,” tuturnya.
Prof. Eighty juga menyoroti potensi sinergi antara program Baksos IMPULSE FK UNAIR dengan program WELAS milik Kecamatan Wonosalam, khususnya pada layanan pemeriksaan mata dan katarak bagi lansia. “Besok akan kita datangkan ahlinya untuk pemeriksaan mata dan screening katarak. Ini bisa masuk dalam program WELAS yang disampaikan Bapak Camat tadi, karena biasanya katarak dialami oleh kaum lansia. Mudah-mudahan para lansia anggota WELAS juga dapat hadir memanfaatkan pelayanan ini,” tandasnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini direncanakan selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juli 2026 di berbagai desa di wilayah Kecamatan Wonosalam. Ketua Pelaksana IMPULSE 2026, M. Azalini Bara, berharap kegiatan baksos ini membawa manfaat nyata dan berjalan selaras dengan arahan pemerintah setempat.
“Kami berharap Baksos IMPULSE 2026 ini membawa manfaat nyata bagi warga. Kami juga memohon arahan dari bapak camat dan kepala desa agar seluruh program dapat berjalan optimal serta tepat sasaran,” katanya. Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Kepala Dusun (Kasun) Pucangrejo Desa Wonosalam, Ganda Firmanto, mewakili Pemerintah Desa Wonosalam, menyambut hangat keberadaan para mahasiswa. Pihaknya berharap baksos ini tidak hanya membawa dampak positif sesaat, tetapi berkelanjutan.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan selama di Desa Wonosalam bisa membawa dampak positif bagi warga desa dan seluruh masyarakat, begitu pula dengan pemerintah desa. Kami berharap kegiatan seperti ini nanti bisa berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.
Ganda juga mengajak mahasiswa untuk aktif berinteraksi dengan warga di rumah singgah masing-masing untuk saling berbagi edukasi mengenai pola hidup sehat . “Kami juga mohon arahan dari teman-teman agar kami bisa menjadikan tempat dan lingkungan kami sebagai tempat yang sehat. Nanti ketika di rumah singgah, bisa ikut berbicara dengan tuan rumahnya, diajak sharing tentang kesehatan dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.
Dukungan penuh turut disampaikan Camat Wonosalam, Yudha Asmara. Ia merasa terhormat atas kehadiran ratusan mahasiswa FK Unair di wilayahnya, terlebih Kecamatan Wonosalam memiliki indeks kerawanan bencana alam paling tinggi di Kabupaten Jombang, sehingga sektor kesehatan menjadi perhatian utama.
Yudha turut mengenalkan program inovatif kerelawanan di wilayahnya yang bernama Welas (Wonosalam Empati Lansia Disabilitas). Sebuah program kesehatan non-APBD yang didanai secara swadaya oleh ASN, TNI, Polri, dan donatur untuk membantu lansia serta penyandang disabilitas.
Ia berharap mahasiswa FK UNAIR dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program tersebut serta mahasiswa perguruan tinggi lain yang sedang melaksanakan KKN di Wonosalam. “Suatu kehormatan bagi kami, kurang lebih sekitar 450 anak memberikan bakti sosial di masyarakat kami, terutama di Desa Wonosalam. Semoga apa yang dilakukan empat hari ke depan bisa memberikan berkah dan bantuan, baik secara langsung maupun sumbangsih pemikiran kepada kami,” ungkapnya.
Dekan FK Unair Prof Eighty Mardiyan Kurniawati berterima kasih mendalam atas penerimaan hangat dari para pejabat dan masyarakat setempat kepada seluruh mahasiswa yang diterjunkan. Prof Eighty menekankan, seluruh peserta yang mengenakan rompi biru IMPULSE ini telah siap menjalankan berbagai layanan kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan tanggap bencana, pemeriksaan dan pengobatan gratis (medical check-up). Baca juga: Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Selain itu juga layanan screening katarak, konseling stunting, pemeriksaan kehamilan (ANC) risiko tinggi, screening anemia bagi wanita usia subur dan remaja, edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan NAPZA, hingga pencegahan infeksi cacing. “Adik-adik ini jumlahnya ada 451 yang tersebar di banyak desa dan mereka siap melakukan banyak kegiatan. Mahasiswa yang memakai rompi biru ini sepertinya sudah menyatu dan siap untuk mengabdi di Wonosalam,” tuturnya.
Prof. Eighty juga menyoroti potensi sinergi antara program Baksos IMPULSE FK UNAIR dengan program WELAS milik Kecamatan Wonosalam, khususnya pada layanan pemeriksaan mata dan katarak bagi lansia. “Besok akan kita datangkan ahlinya untuk pemeriksaan mata dan screening katarak. Ini bisa masuk dalam program WELAS yang disampaikan Bapak Camat tadi, karena biasanya katarak dialami oleh kaum lansia. Mudah-mudahan para lansia anggota WELAS juga dapat hadir memanfaatkan pelayanan ini,” tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :