Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Jum'at, 24 Juli 2026 - 21:08 WIB
loading...
Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra mengapresiasi pelantikan Sudaryono oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra mengapresiasi pelantikan Sudaryono oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang. Pergantian tersebut menjadi momentum penting memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin efektif, akuntabel, dan tepat sasaran.
"Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis," ujar Noverizky dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Menurutnya, program MBG salah satu kebijakan strategis pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Estafet kepemimpinan merupakan bagian yang wajar dalam pemerintahan, utamanya memastikan setiap proses transisi mampu menghadirkan penguatan terhadap kelembagaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia berharap, kepemimpinan Sudaryono dapat semakin memperkuat sistem tata kelola BGN, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah. Kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat harus terus diperkuat agar implementasi MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca juga: Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
"Program ini membutuhkan tata kelola modern, transparan, dan berbasis data karena dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran. Keberhasilan program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata, dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak," tuturnya.
Dia menambahkan, evaluasi secara berkala harus menjadi budaya kerja di lingkungan BGN agar setiap tantangan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat mekanisme pengawasan internal sehingga seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Noverizky optimistis, di bawah kepemimpinan Sudaryono program MBG akan terus mengalami penyempurnaan, baik dari sisi kualitas pelayanan, jangkauan penerima manfaat, maupun efektivitas penggunaan anggaran negara. Seluruh elemen masyarakat diminta untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap kepemimpinan baru di BGN demi keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
"Kepercayaan publik merupakan modal utama sehingga transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan. Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik, tapi dukungan dan partisipasi seluruh elemen bangsa juga tidak kalah penting agar program ini benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas generasi penerus bangsa," ujarnya.
"Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis," ujar Noverizky dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Menurutnya, program MBG salah satu kebijakan strategis pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Tetapi menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Estafet kepemimpinan merupakan bagian yang wajar dalam pemerintahan, utamanya memastikan setiap proses transisi mampu menghadirkan penguatan terhadap kelembagaan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia berharap, kepemimpinan Sudaryono dapat semakin memperkuat sistem tata kelola BGN, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah. Kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat harus terus diperkuat agar implementasi MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca juga: Profil Sudaryono, Wamentan Anak Petani Grobogan yang Jadi Kepala BGN Baru
"Program ini membutuhkan tata kelola modern, transparan, dan berbasis data karena dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran. Keberhasilan program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata, dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak," tuturnya.
Dia menambahkan, evaluasi secara berkala harus menjadi budaya kerja di lingkungan BGN agar setiap tantangan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat mekanisme pengawasan internal sehingga seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Noverizky optimistis, di bawah kepemimpinan Sudaryono program MBG akan terus mengalami penyempurnaan, baik dari sisi kualitas pelayanan, jangkauan penerima manfaat, maupun efektivitas penggunaan anggaran negara. Seluruh elemen masyarakat diminta untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap kepemimpinan baru di BGN demi keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
"Kepercayaan publik merupakan modal utama sehingga transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan. Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik, tapi dukungan dan partisipasi seluruh elemen bangsa juga tidak kalah penting agar program ini benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas generasi penerus bangsa," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :